Sungai Opak Meluap, Petani Bawang Merah di Bantul Terancam Rugi Puluhan Juta
- 15 Agt 2026 05:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Insiden luapan Sungai Opak akibat buntunya sungai selama beberapa hari, membuat tanaman bawang merah di Padukuhan Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul terendam air. Akibatnya, petani terancam gagal panen dan merugi hingga puluhan juta rupiah.
Salah satu petani bawang merah yang lahannya terendam air, Ngadiyo (60), mengaku bahwa sawahnya sudah terendam sejak Selasa, 11 Agustus 2026. Meski air sudah mulai surut, tanaman bawang merah miliknya sudah mulai layu.
“Hari Kamis, 13 Agustus 2026 itu air sudah mulai surut. Namun, tanaman bawang saya sudah terendam selama dua hari sehingga daunnya menguning dan dipastikan mati,” ucapnya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ngadiyo menambahkan, bawang merah miliknya kini sudah berusia sekitar 40 hari. Total kerugian yang dideritanya diperkirakan senilai Rp70 juta.
“Padahal 20 hari lagi sudah bisa dipanen. Saya menanam sekitar 20 ru (2.812,5 meter persegi), jadi total kerugiannya sekitar Rp70 juta atau bahkan lebih kalau harganya sedang bagus,” ujarnya.
Senada dengan itu, petani terdampak lainnya, Turbin (55), mengaku tanaman di lahan miliknya hanya perlu menunggu 10 hari lagi untuk panen. Ia juga mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit.
“Tinggal 10 hari lagi sudah bisa panen, kalau seperti ini ya rugi puluhan juta,” katanya.
Menurutnya, muara Sungai Opak diprediksi bakal tertutup kembali apabila terjadi gelombang tinggi. Pasalnya, gelombang pasang juga turut membawa pasir dalam jumlah banyak.
“Gelombang pasang membawa air dan pasir sehingga bisa kembali menutup suangan (muara). Jadi potensi air kembali meluap ke lahan pertanian masih ada,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....