Survei Lokasi Rampung, Konstruksi PSEL Piyungan Dibidik Dimulai Akhir Tahun

  • 25 Jul 2026 14:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Tim konsorsium bersama pemerintah daerah telah melakukan survei lapangan ke lokasi calon pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan, Bantul pada Rabu, 22 Juli 2026. Konstruksi proyek strategis nasional (PSN) itu pun ditargetkan mulai dilakukan pada akhir tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan, konsorsium investor yang terlibat dalam rencana pembangunan PSEL meliputi Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) yang tergabung dalam Cakra Energy Lestari, CITIC Construction, TEDA Environmental Protection dari Tiongkok.

“Pertemuan ini dalam rangka site survey (survei lokasi) TPA Piyungan. Dan Danantara berharap program PSEL menjadi prioritas yang harus segera berjalan di DIY,” ucapnya.

Secara rinci, Bambang menyebut bahwa kunjungan tersebut untuk memastikan kesiapan lahan calon lokasi PSEL. Proses pematangan lahan pun ditargetkan akan dimulai pada akhir Agustus 2026.

“Bersamaan dengan itu juga persiapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) konstruksi bangunan,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan PSEL juga memerlukan sejumlah fasilitas pendukung seperti penyediaan pasokan air baku serta lahan untuk pengolahan residu logam. Semua itu dibutuhkan agar operasional PSEL dapat berjalan dengan optimal.

“Yang diperlukan juga kesiapan pasokan air baku dari Sungai Opak dan lahan untuk pengolahan residu logam seluas 1,5 hektare,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Aris Prasena menyatakan, dua perusahaan asal Tiongkok yang tergabung dalam konsorsium PSEL, diberi waktu tiga bulan untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Jadi mereka diberi waktu oleh Danantara sekitar tiga bulan agar ditetapkan sebagai definitif dan mulai proses konstruksi,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, kedua perusahaan tersebut juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pembangunan. Hal itu agar desain pematangan lahan bisa selaras dengan berbagai aspek seperti instalasi mesin dan kebutuhan tenaga kerja.

“Intinya mereka sudah ke lokasi dan menyatakan kesiapan, tinggal menyelesaikan proses selanjutnya. Harapannya akhir tahun sudah mulai konstruksi dan 2028 sudah bisa beroperasi,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....