DP3 Sleman Minta Petani Tanam Varietas Tahan Kering Hadapi El Nino

  • 02 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Cuaca panas dan kering diprediksi akan melanda Yogyakarta pada musim kemarau imbas fenomena El Nino. Fenomena ini memicu pergerakan awan ke arah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, sehingga langit cenderung cerah tanpa awan dan curah hujan menurun.

Merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Suparmono telah mengeluarkan surat edaran sejak 31 Maret 2026 bagi para petani. Surat edaran ini menjadi peringatan dini agar petani lebih siap menghadapi kemarau panjang. Petani diimbau memetakan lokasi rawan kekeringan serta memilih komoditas tanaman yang adaptif.

"Misalnya menggunakan varietas padi yang adaptif terhadap kondisi kekeringan, antara lain varietas Gamagora. Kemudian mendorong penanaman palawija, sedangkan untuk hortikultura yaitu cabai dan bawang merah yang off season," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Petani di Sleman sejauh ini telah berinisiatif melakukan penyesuaian jenis tanaman untuk menghadapi cuaca kering, sehingga aktivitas pertanian masih berjalan dengan baik. Di sisi lain, sejumlah intervensi juga dilakukan guna mencegah gagal panen, seperti penyaluran bantuan pompa air, sumur ladang, hingga pemeliharaan jaringan irigasi tersier. Bantuan ini disalurkan kepada kelompok tani dan perikanan melalui APBD Kabupaten Sleman serta dana zakat, infak, dan sedekah dari Baznas Sleman.

"Harapannya, ketika nanti benar-benar terjadi kekeringan, sarana dan prasarananya insyaallah sudah lebih siap. Terkait peralatan yang berhubungan dengan pengairan seperti pompa dan sumur ladang, sudah banyak yang kami bagikan kepada masyarakat pertanian di Kabupaten Sleman," ucapnya.

Saat ini tercatat ada sekitar 2.000 kelompok tani dan 600 kelompok wanita tani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). DP3 Sleman memastikan pemantauan terhadap aktivitas pertanian dan perikanan terus dilakukan secara berkala.

"Kami tetap berkolaborasi memperbarui informasi dari BMKG agar mendapatkan pemutakhiran data iklim dan cuaca, sehingga bisa bersegera menyampaikan informasi itu kepada kelompok tani," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....