BBWSO Pastikan Bangunan Jetty di Sungai Bogowonto Aman
- 14 Agt 2026 13:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Gelombang laut ekstrem di kawasan pantai selatan Jawa menyebabkan pergeseran pada susunan material tetrapod pemecah gelombang (jetty) Sungai Bogowonto di Kabupaten Kulon Progo. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak langsung menerjunkan tim untuk memantau dan mengidentifikasi kondisi infrastruktur tersebut secara mendalam.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II BBWS Serayu Opak, Dicky Maulana, menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi awal terkait potensi gelombang ekstrem di pantai selatan diterima pihaknya pada tanggal 11 Agustus 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim dari BBWS Serayu Opak langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
"Berdasarkan informasi yang kami terima pada tanggal 11 Agustus, terdapat potensi gelombang tinggi yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Oleh karena itu, kami melakukan pemantauan di lapangan untuk melihat kondisi eksisting struktur jetty kita di Sungai Bogowonto," ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dari hasil identifikasi awal di lapangan, petugas menemukan adanya pergeseran pada jajaran tetrapod pengaman di bagian ujung jetty Sungai Bogowonto sebelah barat. Pergeseran struktur penahan gelombang tersebut diperkirakan mencapai kisaran 6 meter.
Meski terjadi pergeseran sekitar 6 meter pada area terdampak, Dicky menegaskan bahwa kerusakan tersebut masih tergolong kecil secara keseluruhan. Jika dibandingkan dengan total panjang bangunan jetty yang mencapai 306 meter pada masing-masing sisi (timur dan barat), persentase kerusakan diperkirakan hanya sekitar 2 persen.
"Secara kinerja fisik dan fungsi, bangunan jetty Bogowonto ini masih berjalan sangat baik. Pergeseran ini belum memberikan dampak atau pengaruh negatif terhadap fungsi utamanya, yaitu mengendalikan muara agar tetap terbuka bebas dari sedimentasi, menjaga kelancaran aliran sungai menuju laut, serta menjaga stabilitas kawasan Muara Bogowonto," ujarnya.
Mengenai penanganan teknis dan perbaikan jetty, pihak BBWS Serayu Opak saat ini masih dalam tahap pemantauan dan observasi berkala. Penanganan secara fisik belum dapat dilakukan dalam waktu dekat mengingat kondisi gelombang laut di pantai selatan masih fluktuatif dan tinggi.
Setelah kondisi perairan dinyatakan aman dan kondusif, BBWS Serayu Opak akan menerjunkan tim teknis untuk melakukan pengukuran detail, pengecekan kedalaman penurunan tetrapod, serta menyusun metode penanganan yang tepat.
Sesuai dengan pedoman Operation and Maintenance (OP) yang berlaku, ada dua opsi opsi langkah penanganan yang berpotensi diterapkan. Pertama, adalah Melakukan penataan dan penyusunan kembali (repositioning) tetrapod yang mengalami pergeseran agar kembali ke formasi awal.
Opsi lainnya adalah Menambahkan unit tetrapod baru pada celah-celah yang mengalami penurunan atau kekosongan akibat hantaman gelombang.
"Penanganan pastinya akan ditentukan setelah hasil identifikasi lanjutan keluar secara menyeluruh. Yang terpenting saat ini adalah situasi di lapangan tetap terkendali dan fungsi muara sungai dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar tetap berjalan optimal," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....