Wali Kota Yogyakarta Targetkan Penataan Bantaran Sungai Tuntas 2029
- 28 Jul 2026 10:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Penataan kawasan bantaran sungai yang membelah Kota Yogyakarta menjadi salah satu program prioritas yang terus dikejar. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan daya tarik baru untuk wisata sungai perkotaan sekaligus mewujudkan lingkungan perkampungan yang sehat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa pemetaan kawasan bantaran sungai telah rampung dilakukan. Pada tahun ini, target progres penataan difokuskan sepanjang 925 meter melalui konsep M3K (Mundur, Munggah, Madhep Kali).
"Mudah-mudahan saya mempunyai waktu empat tahun sisa itu sudah saya bagi. Itu kalau sukses ya selesai gitu empat tahun," katanya, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menekankan bahwa penerapan konsep M3K diprioritaskan di sepanjang Sungai Gajahwong hingga Sungai Code. Secara keseluruhan, terdapat total sekitar sembilan kilometer kawasan bantaran sungai yang perlu diselesaikan.
"Selama empat tahun itu kan, kalau sembilan kilo dimundur, munggah, madep kali kan ya lumayan," ucapnya.
Menurutnya, penataan kawasan yang berdiri di atas tanah milik Kesultanan Yogyakarta atau Sultan Ground (SG) berjalan tanpa kendala berarti. Proses penataan ini justru sangat terbantu berkat dukungan penuh dari Keraton Yogyakarta.
"Karena Panitikismo, kemudian dari Kasultanan itu sangat membantu, contohnya yang kita selesaikan di Kampung Lampion itu, sampai sekarang kan masih jalan, itu kan bawahnya juga banyak dibantu dari Panitikismo dan Sultan Ground, sehingga justru warga yang semula tidak punya kekancingan, begitu kena program ini jadi dia pegang surat, gitu. Itulah bentuk ya kebaikan dari Pak Gubernur, Sri Sultan, yang kemudian tanah-tanah yang semula belum ada kekancingannya pun akhirnya malah dikasih kekancingan," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti menegaskan target penanganan tiga bantaran sungai utama di Kota Yogyakarta diharapkan rampung seluruhnya pada 2029.
"Memang targetnya nanti tiga bantaran sungai itu selesai semua di 2029, ya mungkin terlambatnya 2030," ujarnya.
Ia menambahkan, penataan berbasis M3K di tiga aliran sungai tersebut mencakup sekitar 1.000 unit rumah warga. Seluruh bangunan terdampak nantinya akan dibongkar dan dibangun ulang secara bertahap agar lebih tertata dan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....