KKN UMBY Dorong Warga Mengolah Sampah Organik

  • 13 Agt 2026 18:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang ditempatkan di Dusun Rejosari, Desa Petung, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, menuntaskan program kerja di bidang lingkungan melalui pemasangan lubang resapan biopori dan pembuatan eco enzyme. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu 12 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendorong pengelolaan sampah organik dan lingkungan berbasis masyarakat.

Program tersebut dirancang berdasarkan kondisi lingkungan Dusun Rejosari yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga serta penyerapan air ke dalam tanah. Melalui dua kegiatan yang saling melengkapi, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan masyarakat secara mandiri. Biopori diarahkan untuk membantu meningkatkan resapan air, sedangkan eco enzyme menjadi alternatif pemanfaatan limbah organik rumah tangga agar memiliki nilai guna.

Mahasiswa KKN Kelompok 11 UMBY bersama warga Dusun Rejosari, Magelang, berbagi pengetahuan tentang eco enzyme dan lubang resapan biopori. (Foto: Dok. Tim KKN UMBY)

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 11 memasang lima titik lubang resapan biopori di sejumlah area ladang milik warga, termasuk lokasi yang berpotensi mengalami genangan ketika musim hujan. Tahapan kegiatan diawali dengan survei lokasi bersama warga, kemudian dilanjutkan dengan penggalian menggunakan alat biopori dan pengisian lubang menggunakan sampah organik sebagai bahan pembentuk kompos alami. Selain itu, mahasiswa juga membuat satu produk eco enzyme berbahan limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran, yang difermentasi menggunakan campuran gula merah dan air.

Tidak hanya melakukan pemasangan dan pembuatan produk, mahasiswa juga memberikan sosialisasi serta pelatihan kepada warga. Dalam pelatihan eco enzyme, warga diperkenalkan dengan tahapan fermentasi, komposisi bahan, serta berbagai pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti cairan pembersih ramah lingkungan, pupuk cair organik, dan penjernih udara alami. Sementara itu, sosialisasi biopori menekankan manfaat lubang resapan dalam meningkatkan daya serap tanah, mengurangi potensi genangan, serta membantu mengolah sampah organik menjadi kompos tanpa membutuhkan lahan tambahan.

Mahasiswa KKN Kelompok 11 UMBY hadir di Dusun Rejosari, Magelang, melalui pemasangan 5 titik lubang resapan biopori dan pembuatan eco enzyme. (Foto: Dok. Tim KKN UMBY)

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah warga aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab, sedangkan kelompok ibu-ibu menunjukkan ketertarikan terhadap pembuatan eco enzyme karena dinilai praktis dan dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak sekadar menjadi program sementara, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Humas Tim KKN 11 Rejosari, Jenny, mengatakan keberlanjutan program menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat diharapkan mampu meneruskan praktik pengelolaan lingkungan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN, terutama karena sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan berkebun. “Kami berharap program biopori dan eco enzyme ini bisa terus dilanjutkan secara mandiri oleh warga setelah masa KKN kami selesai. Harapannya, warga tidak hanya memahami cara pembuatannya, tetapi juga benar-benar merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk lingkungan maupun untuk mengurangi timbunan sampah organik,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Kelompok 11 UMBY memasang lubang resapan biopori di lahan warga Dusun Rejosari, Magelang. (Foto: Dok. Tim KKN UMBY)

Ke depan, mahasiswa KKN Kelompok 11 berharap lima titik biopori yang telah dipasang dapat dirawat dan dikembangkan dengan penambahan titik baru secara swadaya. Hasil eco enzyme juga akan terus dipantau selama proses fermentasi hingga siap digunakan, sementara resep dan tahapan pembuatannya telah dibagikan kepada warga agar dapat dipraktikkan kembali di rumah masing-masing. “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti ketika KKN selesai, tetapi dapat menjadi kebiasaan baru yang memberi manfaat bagi lingkungan dan warga,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa UMBY dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong terciptanya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di tingkat dusun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....