Relawan Literasi DIY Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Karya
- 13 Agt 2026 07:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gerakan Relawan Literasi Masyarakat terus memperkuat budaya membaca sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan. Program binaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tersebut kini menjangkau berbagai daerah dengan melibatkan relawan literasi aktif di Indonesia.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, relawan menjalankan pendampingan selama lima bulan dengan sasaran perpustakaan, taman baca, serta lingkungan sekolah setempat. Kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku agar menghasilkan manfaat nyata melalui berbagai aktivitas produktif bagi masyarakat sekitar.
Relawan Literasi Masyarakat Fajar Nur Rohmat menjelaskan bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas dari sekadar membaca buku.
"Literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi bagaimana seseorang mampu memahami informasi, mengambil keputusan, kemudian mewujudkannya menjadi tindakan yang memberikan manfaat. Harapannya, dari proses tersebut lahir karya, produk, dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya," ucapnya.
Relawan literasi tidak hanya mengajak masyarakat gemar membaca, melainkan juga mendorong lahirnya karya serta produk bernilai ekonomi dari pengetahuan tersebut. Pendekatan literasi terapan diterapkan melalui diskusi buku, pelatihan keterampilan, hingga praktik langsung sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Sejumlah komunitas berhasil mengembangkan produk kreatif seperti ecoprint dan kerajinan daur ulang setelah memanfaatkan pengetahuan dari kegiatan literasi bersama. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa proses belajar berkelanjutan mampu menciptakan peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap.
Untuk menarik minat anak-anak, relawan menghadirkan metode membaca nyaring, permainan edukatif, kuis, serta kegiatan kreatif setelah sesi membaca bersama. Pendekatan tersebut diharapkan membangun kebiasaan membaca sekaligus mempererat komunikasi keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara positif.
Selain literasi membaca, relawan mengedukasi masyarakat mengenai literasi digital agar mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada publik luas. Pemanfaatan media sosial secara bijak juga didorong melalui pembuatan konten positif yang memperkenalkan potensi daerah.
Relawan berharap kolaborasi antara pemerintah, perpustakaan, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat untuk membangun budaya literasi yang berdampak nyata. Melalui gerakan tersebut, literasi diharapkan menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Gilang Kinantyo Rahmat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....