Dinkes Gunungkidul Perkuat Intervrensi Gizi Ibu Hamil dan Balita

  • 11 Agt 2026 07:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat upaya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita yang mengalami permasalahan gizi. Salah satu intervensi yang dilakukan melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memanfaatkan pangan lokal.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Gunungkidul, dr. Trianawati mengatakan, asupan gizi tambahan diperlukan terutama bagi ibu hamil dan balita yang mengalami masalah dalam pemenuhan kebutuhan gizinya.

“Memang perlu asupan tambahan untuk balita dan ibu hamil, khususnya dalam pemenuhan gizi. Kita ada program dari Kementerian Kesehatan yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan,” kata Trianawati, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, PMT terbagi menjadi dua jenis, yakni PMT pemulihan dan PMT penyuluhan. PMT penyuluhan diberikan sebagai bagian dari edukasi dan pemenuhan gizi bagi masyarakat yang kondisi gizinya normal. Sementara PMT pemulihan ditujukan bagi mereka yang mengalami permasalahan gizi.

“Untuk balita diperuntukkan bagi balita yang mengalami gizi kurang atau kurus atau berat badan kurang, bukan stunting. Kalau stunting kan tinggi badan, tapi ini berat badan,” ujarnya.

Sementara bagi ibu hamil, sasaran PMT pemulihan antara lain ibu yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK), memiliki kondisi tubuh kurus atau berat badan yang tidak mengalami peningkatan sesuai standar usia kehamilan, maupun ibu hamil yang berisiko mengalami KEK.

Selain itu, sejumlah kondisi seperti Tuberkulosis (TBC) dan anemia juga dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi pada ibu hamil.

Trianawati menjelaskan, persoalan KEK pada ibu hamil perlu segera ditangani karena dapat berdampak terhadap kondisi ibu dan bayi. Jika tidak teratasi hingga persalinan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bayi mengalami gagal tumbuh, komplikasi, bahkan kematian.

“Ketika ibu hamil KEK belum teratasi sampai waktunya melahirkan, risiko bayi yang lahir itu mengalami gagal tumbuh, komplikasi, bahkan kematian. Begitu dengan ibunya, nanti bisa menjadi pemberat yang membuat ibu mengalami kematian,” ujarnya.

Karena itu, Dinkes Gunungkidul melakukan intervensi gizi terhadap ibu hamil maupun balita yang teridentifikasi mengalami masalah gizi. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan sebagai salah satu upaya memperbaiki kondisi gizi sekaligus mencegah dampak yang lebih serius.

Dalam pelaksanaannya, PMT di Gunungkidul memanfaatkan bahan pangan lokal. Pemanfaatan pangan lokal tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sasaran sekaligus menyesuaikan dengan potensi pangan yang tersedia di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....