KKP Segera Bangun Budidaya Ikan Tematik di 64 Kalurahan DIY
- 06 Agt 2026 18:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pelaksanaan program budidaya ikan tematik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 64 kalurahan telah lolos tahap identifikasi dan verifikasi awal sebagai calon penerima program yang bertujuan memperkuat sektor perikanan budidaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu, menyampaikan hal tersebut usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, KKP juga menyampaikan dua program strategis yang akan dijalankan di DIY dan meminta dukungan pemerintah daerah sebelum memasuki tahap pelaksanaan teknis.
"Kami ingin melaporkan sekaligus mendapatkan dukungan terkait dua program strategis KKP, satu program budidaya tematik dan satunya KNMP. Karena kami mau masuk ke wilayah DIY, tentu harus kulonuwun dulu kepada tuan rumah. Alhamdulillah beliau sangat mendukung. Selanjutnya teknisnya akan kami diskusikan bersama dinas terkait," ujar Haeru.
Ia berharap program tersebut tidak hanya berhenti pada pembangunan sarana budidaya, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menjelaskan program budidaya ikan tematik dirancang berbasis kalurahan. Setiap lokasi akan memanfaatkan lahan sekitar 1.000 meter persegi yang dilengkapi sejumlah kolam untuk membudidayakan komoditas seperti lele dan nila.
"Hasil identifikasi awal menunjukkan ada 64 lokasi yang memenuhi kriteria, meski nanti pembahasan teknisnya masih akan terus dilakukan," kata Ni Made.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga tata kelola yang baik serta ketersediaan benih berkualitas agar budidaya dapat berjalan berkelanjutan.
"Yang penting itu tata kelolanya. Program ini jangan hanya selesai dibangun, tetapi harus berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Bibit juga menjadi penting karena budidaya sangat bergantung pada kualitas benih," ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistio Hermawan, menambahkan program tersebut akan menerapkan teknologi mini Recirculating Aquaculture System (mini-RAS). Sistem ini memungkinkan air budidaya disaring dan digunakan kembali sehingga lebih hemat air dan sesuai diterapkan di wilayah dengan lahan terbatas.
"Air hasil budidaya direcycle. Setelah melewati filter dan kualitas airnya diperbaiki, air dimasukkan kembali ke kolam. Jadi penggunaan air jauh lebih efisien, sementara hasil budidaya diharapkan tetap optimal," katanya.
Ia menjelaskan pembangunan kolam akan didanai KKP melalui skema bantuan kepada kalurahan dengan memanfaatkan tanah kas desa. Selain pembangunan fisik, pemerintah pusat juga akan mendukung penyediaan benih, pakan, dan pendampingan bagi kelompok masyarakat.
Dari total 82 usulan lokasi di DIY, sebanyak 64 dinyatakan memenuhi syarat setelah proses verifikasi. Pada tahap awal, program memprioritaskan budidaya ikan lele dan nila untuk memenuhi kebutuhan pasar, termasuk mendukung pasokan Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kalau tidak ada perubahan, pembangunan fisik mulai awal September. Setelah itu kami akan mendampingi masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....