Anggaran Dropping Air Sisa 600 Tanki, BPBD Gunungkidul Siapkan Skema BTT
- 05 Agt 2026 06:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul memastikan kebutuhan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini tetap akan terpenuhi. Meski anggaran dropping air bersih yang tersedia diperkirakan habis pada awal September, BPBD menyiapkan skema pembiayaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Ketua Tim Kerja Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Arif Prasetyo mengatakan, pada tahun ini BPBD mengalokasikan anggaran sebesar Rp346 juta untuk distribusi air bersih sebanyak 800 tangki. Hingga awal Agustus, sebanyak 200 tangki telah disalurkan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
Menurut Arif, kemampuan distribusi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Dengan nominal anggaran yang sama, pada tahun lalu dana tersebut mampu membiayai sekitar 1.500 tangki air. Namun, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan kapasitas distribusi kini hanya mencapai 800 tangki.
“Saat ini masih tersisa sekitar 600 tangki. Namun melihat kondisi kemarau tahun ini, kami tetap akan mengakses anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Dalam sehari kami maksimal dapat mengirim sekitar 16 tangki air, sehingga sisa anggaran reguler diperkirakan hanya cukup untuk sekitar satu bulan sepuluh hari atau habis pada awal September,” ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan tambahan anggaran melalui BTT masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah kapanewon. Evaluasi dilakukan berdasarkan capaian distribusi air bersih di masing-masing wilayah serta sisa anggaran yang tersedia.
“Masih akan dirapatkan bersama kapanewon untuk mengetahui perkembangan dropping air bersih di lapangan. Sebagian besar anggaran kapanewon juga diperkirakan habis pada September, sementara beberapa wilayah masih dapat bertahan hingga Oktober,” katanya.
BPBD memperkirakan musim kemarau tahun ini masih akan berlangsung hingga dasarian pertama November berdasarkan prakiraan cuaca. Meski demikian, distribusi air bersih berpotensi berlanjut hingga akhir November, terutama di wilayah utara Gunungkidul yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan cadangan air tanah.
“Biasanya meskipun hujan mulai turun, wilayah utara masih memerlukan bantuan air bersih karena air tanah belum sepenuhnya terisi kembali. Oleh karena itu, dropping air sering kali masih kami lakukan hingga akhir November,” ucap Arif.
BPBD Gunungkidul juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah kalurahan. Surat permohonan harus memuat informasi mengenai lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga (KK), jumlah jiwa yang membutuhkan bantuan, serta mendapat pengesahan dari panewu setempat.
Selanjutnya, BPBD akan melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi dan tingkat kebutuhan masyarakat. Apabila hasil verifikasi dinyatakan sesuai, distribusi air bersih akan segera dilaksanakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....