BPBD Bantul Pastikan Stok Air Bersih Aman hingga Akhir Tahun
- 06 Sep 2026 15:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memastikan pasokan air bersih bagi wilayah yang mengalami kekeringan masih mencukupi hingga Desember mendatang. Hal itu berdasarkan stok tangki air yang disediakan pada tahun ini.
Kepala Bidang Kegawatdaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyatakan, sesuai dengan anggaran tahun 2026, pihaknya menyediakan sebanyak 400 tangki air bersih. Hingga 4 September, baru 49 tangki yang sudah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selama musim kemarau tahun ini yang didistribusikan baru sebanyak 49 tangki air,” ucapnya, Sabtu, 5 September 2026.
Antoni menambahkan, distribusi air bersih ke wilayah terdampak juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga hingga pihak swasta. Di antaranya yakni Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Memang masih aman karena banyak bantuan-bantuan dari teman-teman PMI, Tagana, kemudian dari CSR yang juga langsung mendatangi lokasi terdampak,” ujarnya.
Dengan berbagai dukungan tersebut, ketersediaan tangki air diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Terlebih, musim kemarau diprediksi akan berakhir pada bulan Oktober mendatang.
“Dari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Oktober sudah mulai turun hujan. Artinya sampai Desember kebutuhan untuk dropping air masih aman,” katanya.
Dengan stok yang masih mencukupi, hingga kini BPBD Bantul belum mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dampak kekeringan. Meski begitu, BPBD masih memberlakukan status siaga kekeringan hingga 26 September 2026.
“Siaga kekeringan itu mulai 25 Juni – 25 September 2026. Kalau sampai hari terakhir masih kekeringan, kami akan perpanjang lagi statusnya menjadi siaga darurat kekeringan,” ucapnya menambahkan.
Sebagai informasi, hingga saat ini BPBD Bantul telah menyalurkan sebanyak 1.644.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Bantuan itu dimanfaatkan oleh 1.453 Kepala Keluarga (KK) atau 6.212 jiwa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....