Setu Sinau Aksara Jawa di Benteng Vredeburg Sedot Antusiasme Warga
- 02 Agt 2026 11:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kegiatan Sinau Aksara Jawa dalam program Setu Sinau yang digelar di depan Benteng Vredeburg pada Sabtu, 1 Agustus 2026 berlangsung meriah. Area belajar dipenuhi peserta dari berbagai kalangan yang berjejal sejak kegiatan dimulai.
Antusiasme mereka terlihat dari semangat mengikuti setiap sesi pembelajaran yang menghadirkan Wayah Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X RM Drasthya Wironegoro sebagai instruktur utama. Ia didampingi oleh Abdi Dalem Kapujanggan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Taufiq Hakim.
Peserta yang terdiri atas anak-anak hingga orang dewasa tidak hanya belajar membaca dan menulis aksara Jawa. Mereka juga diajak memahami sejarah, filosofi, serta penerapan aksara Jawa di tengah perkembangan teknologi digital melalui pendekatan yang ringan dan interaktif.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta yang telah mendaftar sebelumnya, tetapi juga wisatawan dan pengunjung kawasan Malioboro yang bergabung secara spontan. Sejumlah orang yang semula hanya melintas tampak berhenti untuk menyaksikan jalannya kegiatan, lalu ikut duduk bersama peserta lain di ruang terbuka.
Setiap Sabtu pagi, kawasan Malioboro menjadi ruang belajar budaya melalui penyelenggaraan Setu Sinau. Selain pembelajaran aksara Jawa, program ini menghadirkan berbagai aktivitas budaya yang melibatkan komunitas dan masyarakat umum.
Sebagai instruktur utama, RM Drasthya Wironegoro yang juga menjabat Pengurus Bidang Seni, Budaya, dan Keistimewaan Karang Taruna Kota Yogyakarta menilai pembelajaran aksara Jawa perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap relevan.
"Saya berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari aksara Jawa. Bagi saya, aksara Jawa bukan sekadar tulisan, tetapi bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus terus hidup," ujarnya.
Ia juga ingin agar kegiatan seperti Setu Sinau terus menjadi ruang belajar budaya yang terbuka, menyenangkan, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk ikut melestarikan aksara Jawa.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta Yuliantono mengapresiasi penyelenggaraan Setu Sinau dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk terus berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari budaya secara langsung melalui pendekatan yang mudah diakses.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menyambut baik kolaborasi tersebut.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan. Tanpa kolaborasi, kita tidak bisa menghadirkan aktivitas-aktivitas yang lebih baik untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Yetti Martanti, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia menilai kehadiran RM Drasthya Wironegoro mencerminkan sinergi Keraton Yogyakarta terhadap upaya pelestarian budaya bersama pemerintah dan masyarakat.
"Kalau ingin berjalan cepat kita bisa berjalan sendiri. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, bergotong royong, dan berkelanjutan, maka kita harus berkolaborasi dan berjalan bersama," ujarnya.
Melalui Sinau Aksara Jawa, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai aksara tradisional, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai warisan leluhur. Antusiasme peserta dan wisatawan menunjukkan bahwa pembelajaran budaya tetap memiliki daya tarik tinggi di tengah perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....