Tutup Pengabdian dengan Pameran, 28 Tahun Mikael Mitang Abadikan Wajah Yogyakarta
- 31 Jul 2026 18:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sebanyak 16 karya foto menjadi penanda akhir pengabdian fotografer Pemerintah Kota Yogyakarta, Mikael Mitang Kasi, setelah 28 tahun 3 bulan menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Pameran foto tunggal bertajuk “Karyamu Abadi” tersebut dibuka Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Yogyakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Pameran ini bukan sekadar menampilkan karya fotografi, tetapi menjadi catatan perjalanan Kota Yogyakarta yang didokumentasikan Mikael sejak 1998 hingga 2026. Selama hampir tiga dekade, ia bertugas sebagai fotografer sekaligus peliput di bidang kehumasan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Beragam peristiwa terekam dalam 16 karya yang dipamerkan, mulai dari kebencanaan, kegiatan pemerintahan, pembangunan, hingga aktivitas masyarakat. Foto-foto tersebut menjadi rekaman visual perubahan dan dinamika Kota Yogyakarta dari waktu ke waktu.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan pameran tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus perpisahan atas dedikasi Mikael yang mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN Pemkot Yogyakarta per 31 Juli 2026. Ia mengapresiasi dedikasi Mikael yang telah mengabdikan hampir tiga dekade hidupnya untuk mendokumentasikan perjalanan Pemerintah Kota Yogyakarta.
"Hari ini saya membuka pameran sebagai bentuk penghormatan sekaligus perpisahan kepada Pak Mikael Mitang Kasi yang telah mengabdi di Kominfo selama 28 tahun 3 bulan. Per 31 Juli ini beliau mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN Kota Yogyakarta," ujarnya.
Menurut Wawan, kekuatan karya Mikael terletak pada kemampuannya menyampaikan cerita tanpa harus dijelaskan melalui banyak kata. Dari sejumlah foto yang dipamerkan, ia mengaku paling terkesan dengan potret seorang perempuan yang sedang berjualan pecel.
"Saya paling menyukai foto seorang ibu yang sedang berjualan pecel. Bagi saya itu menggambarkan suasana sekaligus denyut ekonomi Kota Yogyakarta yang terus bergerak," katanya.
Wawan menilai perjalanan Mikael layak mendapat apresiasi karena selama puluhan tahun telah mendokumentasikan berbagai peristiwa dan perjalanan kepala daerah, sekaligus kehidupan masyarakat Kota Yogyakarta.
"Enam belas foto yang dipamerkan luar biasa. Ada cerita tentang banjir, berbagai peristiwa dan kegiatan di Kota Yogyakarta. Melalui foto-foto itu, kita bisa memahami pesan yang ingin disampaikan. Sosok seperti Pak Mikael layak mendapatkan apresiasi atas dedikasinya selama puluhan tahun mendokumentasikan perjalanan berbagai kepala daerah di Kota Yogyakarta," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono menyebut Mikael sebagai sosok yang memiliki perjalanan karier istimewa. Selama 28 tahun 3 bulan, ia tidak pernah berpindah dari tugas utamanya sebagai jurnalis plat merah sekaligus fotografer Pemerintah Kota Yogyakarta.
Trihastono menambahkan, pameran tersebut merupakan bentuk penghargaan dan rasa terima kasih dari keluarga besar Pemerintah Kota Yogyakarta atas dedikasi Mikael selama bertugas.
"Kami mengantarkan Bang Mik memasuki fase baru kehidupannya, bukan untuk melepaskan sebagai keluarga, tetapi dengan rasa bangga dan bahagia. Pameran ini adalah wujud cinta dan penghormatan kami atas pengabdian beliau," katanya.
Dalam kesempatan itu, Mikael Mitang Kasi mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan karier yang telah dijalaninya sejak pertama kali bergabung di Bagian Humas dan Informasi, cikal bakal Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta saat ini.
"Hari ini adalah hari terakhir saya sebagai ASN Pemerintah Kota Yogyakarta setelah mengabdi selama 28 tahun 3 bulan. Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Sejak awal saya memang ditugaskan sebagai jurnalis dan fotografer untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan pimpinan maupun pelayanan kepada masyarakat," ujarnya, menyampaikan.
Selama menjalankan tugas, Mikael mengaku mengalami banyak pengalaman berharga, termasuk menghadapi berbagai tantangan saat melakukan peliputan. Namun, kecintaannya terhadap profesi membuatnya selalu menikmati setiap penugasan.
"Saya benar-benar mencintai pekerjaan ini. Semua pengalaman menjadi pelajaran berharga. Menjalankan tugas sebagai fotografer bukan sekadar memotret, tapi bagaimana menghasilkan gambar yang mampu berbicara dan menangkap ekspresi yang alami, terutama ketika mendokumentasikan para pimpinan maupun masyarakat," katanya, mengungkapkan.
Bagi Mikael, setiap foto bukan sekadar dokumentasi, melainkan catatan sejarah yang akan terus hidup dan menjadi pengingat perjalanan Kota Yogyakarta dari masa ke masa. Dengan berakhirnya masa tugas sebagai ASN, karya-karya tersebut diharapkan menjadi warisan visual yang mengabadikan perjalanan Pemerintah Kota Yogyakarta sekaligus kehidupan masyarakat yang dilayaninya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....