Komdigi Dorong Masyarakat Adaptif dan Beretika di Era Kecerdasan Buatan

  • 30 Jul 2026 22:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong masyarakat untuk tetap adaptif dan beretika di tengah era kecerdasan buatan. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebut AI telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga berinteraksi. Untuk itu, dunia pendidikan dituntut mampu menyiapkan talenta digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

"Disrupsi AI benar-benar merubah pola kehidupan manusia,” kata Bonifasius di STMM Yogyakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Dia menambahkan kemajuan AI telah memungkinkan berbagai pekerjaan dilakukan secara otomatis. Pekerjaan seperti penyusunan konten hingga pemasaran digital yang semula dilakukan secara manual, kini bisa dijalankan oleh sistem AI dengan intervensi manusia yang jauh lebih sedikit. Meski demikian, Bonifasius menilai kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang menggantikan manusia.

Dirinya menyebutkan, teknologi ini justru dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitive. Dengan demikian, manusia memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pengambilan keputusan yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan.

"Talenta manusia sebenarnya bisa kita improve menjadi naik kelas. Walaupun surat, email, WA itu di-blast otomatis oleh mereka (AI), tapi ada titik-titik intervensi kita untuk me-review sedikit apakah perlu ada sentuhan yang humanis. Sisi tersebut yang belum ada di AI,” ucapnya.

Bonifasius mengatakan aspek etika digital juga menjadi tantangan pada era AI. Perlindungan data pribadi, penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual, serta penggunaan AI secara bertanggung jawab menurutnya harus diterapkan oleh masyarakat. Menurut Bonifasius, pengembangan talenta digital juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, komunitas, dan media.

"Tugas terbesar kita melahirkan manusia digital yang memiliki integritas moral, menghormati hak kekayaan intelektual dan berkomitmen menggunakan keahlian multimedia untuk menjaga ruang Indonesia yang tetap sehat. aman, beretika dan produktif,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....