Banhubda Kepri Perkuat Literasi Kebangsaan Masyarakat Kepri di Yogyakarta
- 08 Sep 2026 09:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Badan Penghubung Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Banhubda Kepri) menggelar Sosialisasi Penguatan Literasi Wawasan Kebangsaan di Era Digital bagi masyarakat Kepulauan Riau di The Malioboro Hotel & Conference Center, Yogyakarta, Sabtu 5 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Forum Konsultasi Publik (FKP) yang dikemas dalam bentuk sosialisasi tersebut diikuti keluarga masyarakat, mahasiswa, dan generasi muda Kepri yang berada di Yogyakarta. Tari Persembahan dari Sanggar Srindit membuka rangkaian acara sekaligus menghadirkan nuansa Melayu di tengah pertemuan tersebut.
Ketua Umum Keluarga Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau Yogyakarta (KMPKRY) Mohamad Yaakub, Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Yogyakarta (IPMKR-Y) Muhammad Akbar Perdana Putra, serta Kepala Bidang Ketahanan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Sih Utami, S.IP., M.M. yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol Daerah Istimewa Yogyakarta, turut memberikan sambutan.
Membuka kegiatan tersebut, Kepala Banhubda Kepri Sentot Faisal, S.IP., M.M. menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkokoh rasa cinta tanah air, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan kecakapan digital masyarakat Kepri di perantauan.
Menurutnya, derasnya arus informasi menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dan bijak dalam menggunakan media digital. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga jati diri bangsa dan budaya Melayu.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, kita dituntut untuk cerdas, bijak, dan adaptif tanpa mengesampingkan jati diri bangsa serta budaya Melayu yang kita junjung tinggi,” kata Sentot.
Sentot turut mengingatkan masyarakat Kepri di Yogyakarta untuk selalu menjaga nama baik daerah asal. Ia mengambil contoh semangat “Jaga Warga, Jaga Jakarta” di DKI Jakarta. Semangat serupa diharapkan tumbuh di kalangan masyarakat Kepri di Yogyakarta dengan menjaga sikap, kerukunan, serta hubungan baik di lingkungan tempat mereka tinggal.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat Kepri di Yogyakarta hendaknya dapat menyesuaikan diri dengan baik sekaligus menjaga nama baik Kepulauan Riau,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sentot turut memperkenalkan Permata Kepri, fitur pendataan daring bagi masyarakat perantau asal Kepulauan Riau yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pendataan yang akurat diharapkan dapat memudahkan pemerintah daerah membangun komunikasi, memperkuat sinergi, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat Kepri di perantauan.
Ia pun mengajak masyarakat dan mahasiswa Kepri di Yogyakarta untuk berpartisipasi mengisi data melalui Permata Kepri serta menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga dan kerabat asal Kepri lainnya.
Penguatan wawasan kebangsaan dalam kegiatan ini dibahas dari tiga sudut pandang, mulai dari tantangan kebangsaan di tengah arus informasi, penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, hingga pentingnya menjaga toleransi saat bermedia sosial.
Materi pertama disampaikan Sih Utami, S.IP., M.M. yang mengulas tantangan wawasan kebangsaan di tengah pesatnya arus informasi. Hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi, dan menurunnya kualitas dialog menjadi beberapa hal yang perlu disikapi dengan kecakapan memilih serta memeriksa informasi.
Selanjutnya, Maheswara Utama BPIP RI sekaligus Peneliti Pusat Studi Pancasila UGM Hendro Muhaimin, M.A. mengajak peserta memahami wawasan kebangsaan sebagai nilai yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan tidak ikut memperbesar konflik di ruang digital menjadi bagian dari penerapan nilai tersebut.
Hendro juga menyoroti posisi Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan yang menjadi halaman depan Indonesia. Masyarakat Kepri di Yogyakarta dapat mengambil peran sebagai jembatan budaya dan kebangsaan, sekaligus memperkenalkan identitas daerah secara positif.
Sementara itu, Dr. Venny Hidayat, M.Psi., Psikolog dari Mitra Optima Talenta Yogyakarta membahas pentingnya membangun sikap toleran dalam bermedia sosial. Perbedaan pandangan, gagasan, pendapat, maupun keyakinan perlu disikapi dengan saling menghargai dan menghormati.
Beragam pertanyaan dan tanggapan peserta mengisi sesi diskusi. Selain menjadi ruang untuk menambah pemahaman, kegiatan ini juga mempertemukan masyarakat dan mahasiswa Kepri sekaligus mempererat hubungan mereka dengan daerah asal.
Sosialisasi di Yogyakarta melanjutkan kegiatan serupa yang sebelumnya digelar Banhubda Kepri di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, pada 6 Juni 2026. Melalui kegiatan ini, Banhubda Kepri terus memperluas jangkauan pelayanan dan menjaga komunikasi dengan masyarakat Kepri di berbagai daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....