Demi Siapkan Talenta Digital, LLDikti Dorong Penguatan RPL dan Kredensial Mikro

  • 30 Jul 2026 21:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta Setyabudi Indartono menilai penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program Kredensial Mikro menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Utamanya pada era transformasi digital. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak lagi hanya mengakui proses belajar yang diperoleh melalui jalur formal. Pengalaman kerja, pelatihan, serta pembelajaran nonformal juga perlu mendapat pengakuan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

"RPL di STMM ini merupakan langkah yang saya kira cukup revolusioner dalam memberikan pengakuan resmi atas pengalaman kerja, pembelajaran informal, maupun nonformal yang telah dimiliki oleh para praktisi, teknisi, serta kreator media di lapangan," ujar Setyabudi pada momentum Dies Natalis ke-41 Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Selain RPL, Setyabudi menyebut program Kredensial Mikro juga memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan spesifik sesuai kebutuhan industri. Melalui pembelajaran yang singkat, fleksibel, dan berbasis kompetensi, masyarakat dapat meningkatkan kemampuan maupun mempelajari keahlian baru tanpa harus menempuh pendidikan formal dalam jangka waktu yang panjang.

Dia mencontohkan sejumlah kompetensi yang kini banyak dibutuhkan industri. Di antaranya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), content generation, media analytics, immersive technology, hingga digital ethics. Fleksibilitas dan aksesibilitas program ini tetap berjalan seiring dengan penjaminan mutu yang ketat dan berstandar nasional,” ucapnya.

Setyabudi memastikan, program RPL dan Kredensial Mikro tak boleh berhenti pada pengakuan administratif semata. Namun, harus mampu menghasilkan capaian pembelajaran dan lulusan yang kompeten serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dia turut mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri agar implementasi kedua program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk meningkatkan kapasitas digital aparatur pemerintah, pelaku UMKM, maupun masyarakat.

“Kepada para mahasiswa dan calon peserta RPL serta Micro Kredensial ini, marilah kita coba manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas dan kesempatan emas untuk terus mengasah diri menjadi talenta multimedia yang adaptif, beretika, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial,” ujar dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....