Peniliti Ahli PSKK UGM Sebut Generasi Strawberry Rentan Bullying dan Gangguan Men
- 30 Jul 2026 17:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Basillica Dyah Putranti, menilai anak-anak yang tumbuh di era digital memiliki karakter lebih kritis dan kreatif, namun juga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental serta menjadi korban bullying.
Dyah menyampaikan perubahan pola pengasuhan membuat anak lebih banyak belajar melalui dunia digital karena orang tua cenderung menyerahkan proses belajar kepada lembaga pendidikan maupun teknologi.
“Sekarang orang tua lebih pasrah pada lembaga pendidikan, lebih pasrah pada teknologi. Nah, sehingga anak-anak ini ditangkap di dunia digital dan mereka banyak belajar dari situ,” katanya dalam Podcast Popcorn PSKK UGM.
Dyah menilai paparan teknologi membuat anak menjadi lebih kritis. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan fenomena strawberry generation, yakni generasi yang kreatif tetapi rapuh dalam menghadapi tekanan sosial.
Minimnya interaksi sosial secara langsung membuat sebagian anak kurang memiliki kemampuan bersosialisasi sehingga lebih rentan menjadi korban kekerasan maupun bullying.
“Mereka hanya berinteraksi dengan alat yang tidak tidak bisa bergerak tapi itu menawarkan dunia yang tidak nyata, sehingga dia tidak punya sosial skill yang bagus anak-anak ini generasi strawberry ini,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi anak-anak di era digital, sehingga generasi strawberry lebih rentan menjadi korban berbagai bentuk kekerasan, termasuk bullying.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....