Pendidikan Budaya Lokal Yogyakarta Dinilai Mampu Perkuat Karakter Anak
- 30 Jul 2026 22:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Basillica Dyah Putranti, menilai pendidikan berbasis budaya lokal dapat menjadi benteng bagi anak dalam menghadapi derasnya pengaruh dunia digital.
Dyah mengatakan pendidikan karakter yang diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi memperkuat jati diri anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Dyah mencontohkan Pendidikan Khas Kejogjaan yang diterapkan di sekolah-sekolah sebagai salah satu upaya menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini.
Menurutnya, pendidikan tersebut bukan sekadar mengenalkan budaya, tetapi juga membentuk karakter anak melalui nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Yogyakarta.
“Pendidikan khas kejogjaan itu sebenarnya bentuk fisik dari bagaimana anak-anak ini sebenarnya dibentuk apa secara karakternya untuk punya nilai-nilai kejogjaan yang y kalau orang Jawa bilang adiluhung. Ya itu sebenarnya pendidikan karakter yang bermuatan lokal,” katanya dalam Podcast Popcorn PSKK UGM.
Dyah menambahkan pendidikan karakter berbasis budaya lokal dapat menjadi penyeimbang bagi anak yang setiap hari terpapar dunia digital. Dyah menjelaskan, pendidikan karakter berbasis budaya lokal dapat menjadi penyeimbang bagi anak yang setiap hari terpapar dunia digital.
“Saya kira sangat menarik sekali dan ini kalau benar-benar diwujudkan sebenarnya bisa menjadi benteng untuk bagaimana anak-anak rentan di dunia digital karena kita diajak untuk kembali ke membumi,” ucapnya menambakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....