Peneliti UGM Soroti Banyaknya Anak Usia 15–24 Tahun Tak Sekolah dan Bekerja

  • 30 Jul 2026 17:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Basillica Dyah Putranti, menyoroti masih banyaknya anak muda usia 15 hingga 24 tahun yang tidak bersekolah, tidak bekerja, maupun tidak mengikuti pelatihan.

Dyah meyampaikan kelompok usia tersebut merupakan fase penting karena mulai memasuki usia produktif. Namun, sebagian di antaranya justru belum memperoleh ruang untuk mengembangkan kapasitas diri maupun berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.

“Usia 15 sampai 24 tahun itu banyak yang tidak bersekolah atau tidak bekerja dan atau tidak ikut pelatihan. Artinya sebagian dari anak-anak itu tidak terserap dalam pasar tenaga kerja atau tidak terserap dalam pembangunan ekonomi,” katanya dalam Podcast Popcorn PSKK UGM.

Ia turut mempertanyakan ke mana kelompok usia tersebut beraktivitas. Menurutnya, mereka kemungkinan menganggur, bekerja di sektor informal, atau masuk dalam ekonomi digital yang belum seluruhnya dapat terdata.

“Nah, ini yang yang menjadi tantangan. Tantangan untuk anak nantinya akan menjadi investasi di masa depan,” ujarnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan dalam di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....