Agar Bantuan Air Tak Salah Sasaran, BPBD Bantul Andalkan Survei Lapangan
- 30 Jul 2026 11:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyebut distribusi air bersih bagi wilayah terdampak kekeringan tetap diawali dengan survei lapangan. Langkah tersebut demi memastikan jumlah air yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan mengacu pada laporan dari masyarakat. Warga mengajukan permohonan bantuan melalui surat yang diketahui oleh lurah, kemudian tim BPBD melakukan asesmen langsung ke lokasi.
“Dari hasil asesmen kami bisa mengetahui jumlah kebutuhan air, titik lokasi, jumlah jiwa terdampak, hingga memperkirakan berapa kali dropping air yang dibutuhkan. Setelah asesmen selesai, barulah dilakukan dropping air,” ucapnya kepada RRI, Rabu, 29 Juli 2026.
Mujahid mengakui bahwa BPBD telah memiliki basis data terkait potensi kekeringan di wilayah Bumi Projotamansari. Meski begitu, verifikasi di lapangan tetap perlu dilakukan agar bantuan air bisa sesuai dengan kondisi aktual.
“Survei penting agar perhitungan kebutuhan lebih akurat. Kami harus memastikan jumlah warga yang membutuhkan, kemudian menghitung berapa liter air yang disuplai, dan berapa lama air itu bisa bertahan,” katanya.
Selain itu, asesmen juga bertujuan untuk memastikan akses menuju lokasi terdampak. Sebab, sejumlah wilayah memiliki medan yang cukup sulit, terutama di area perbukitan.
“Kami ingin memastikan seberapa sulit medannya dan apakah armada kami bisa melintasinya, karena beberapa lokasi memang aksesnya cukup sulit. Namun, selama ini dari beberapa titik terdampak, seluruhnya bisa dijangkau dengan armada kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, sepanjang 20 Juni hingga 27 Juli 2026, BPBD Bantul telah mendistribusikan sebanyak 312.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang kesulitan air bersih. Kapanewon Dlingo yang merupakan wilayah perbukitan menjadi wilayah penerima bantuan air terbanyak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....