Terdampak Hama, Petani Banyurejo Peroleh Bantuan Sarana Produksi Pertanian
- 29 Jul 2026 19:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Para petani di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman menerima bantuan berupa sarana produksi pertanian, Jumat, 24 Juli 2026. Bantuan ini diberikan kepada para petani yang terdampak serangan hama wereng barang cokelat (WBC) berupa benih jagung, pupuk organik, agens pengendali hayati Pseudomonas fluorescens, dan agens pengendali hayati Metarhizium rileyi dengan total nilai Rp44.165.000. Dana bantuan merupakan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Baznas Sleman untuk mendukung pemulihan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Wakil Ketua II Baznas Sleman Muhaimin menyebut bantuan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk program pemberdayaan masyarakat. Khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Sleman. Dia menambahkan Baznas Sleman berkomitmen agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang melalui program-program produktif yang mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.
| Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Talud Longsor di Sleman |
“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat kemandirian petani, dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Muhaimin.
Benih jagung diberikan sebagai alternatif untuk memulai pertanaman baru pada lahan yang terdampak. Sementara pupuk organik diharapkan mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Sedangkan agens pengendali hayati dimanfaatkan sebagai upaya pengendalian hama secara alami guna menekan populasi Wereng Batang Cokelat sekaligus mencegah serangan lanjutan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani Ngabean sebagai penerima manfaat.
“Melalui kolaborasi ini, Baznas Sleman bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan pertanian yang tangguh, produktif, mandiri, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....