YSPN Uji Coba Padi Bridantara 8 di Poncosari Bantul, Hasilnya Melimpah
- 02 Jun 2026 07:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) bersama Forkopimda Kabupaten Bantul menggelar panen bersama padi varietas Bridantara 8 di Bulak Krajan, Poncosari, Srandakan, Sabtu, 30 Mei 2026. Langkah tersebut menjadi salah satu wujud mendukung program swasembada pangan.
Ketua Umum YSPN, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo mengatakan jika padi yang ditanam di lahan demonstrasi plot (demplot) tersebut, merupakan kerja sama antara YSPN dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Dari hasil pengukuran, hasil panen berkisar antara 11,3-11,6 ton per hektar.
“Untuk malai atau batang padinya sendiri bisa meghasilkan 383 bulir padi. Sementara padi jenis laing itu sekitar 280-an butir,” ucapnya.
Selain hasil panen yang menjanjikan, Daryatmo juga mengklaim jika varietas tersebut lebih tahan terhadap serangan hama. Bahkan, Bridantara 8 juga dinyatakan tahan terhadap rendaman air.
“Keunggulannya ini tahan hama, jadi memang bandel. Usianya sekitar 75-83 hari. Menurut saya usia tidak terlalu soal, yang penting ini tahan hama dan air juga. Karena memang daerah sini juga rawan banjir,” katanya.
Dengan hasil yang memuaskan tersebut, Daryatmo berharap agar agenda itu tidak menjadi seremonial belaka, akan tetapi dapat diimplementasikan di wilayah lainnya. Ia pun memastikan ketersediaan bibit akan mencukupi untuk kebutuhan para petani.
“Selain di sini kamu juga berkolaborasi dengan petani di Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Buleleng. Saat ini memang bibit ada di kami. Namun nanti pada saatnya apabila ini memang memang masyarakat memerlukan, kami siap,” ujarnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengapresiasi upaya YSPN dalam meningkatkan produktivitas padi di wilayah tersebut, Jika hasil evaluasi menunjukkan hasil positif, maka perlu dikembangkan untuk lahan pertanian lainnya di wilayah Bumi Projotamansari.
“Jadi nanti dari Dinas Pertanian akan mengevaluasi bersama Gapotan yang menanam ini. Segala proses dari awal sampai panen nanti dievaluasi. Jika hasilnya layak secara teknis dan ekonomis, tentu saja akan kita kembangkan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....