Diprediksi Lama, BMKG Waspadai Dampak El Nino terhadap Ketahanan Pangan
- 29 Jul 2026 20:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena El Nino yang terjadi pada 2026 berpotensi memperpanjang musim kemarau dan menggeser awal musim hujan. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada sektor pertanian hingga mengancam ketahanan pangan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Prakirawan Iklim Stasiun Klimatologi DIY, Aristya Ardhitama, mengatakan dampak El Nino akan lebih dirasakan masyarakat karena musim hujan diperkirakan datang lebih lambat. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pihak, terutama dalam menjaga ketersediaan air untuk sektor pertanian.
“Dampak El Nino akan terasa ketika musim hujan mundur. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai dampaknya, terutama terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan,” kata Aristya dalam Dialog Tanggap Bencana Pro1 RRI Yogyakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia mencontohkan pengalaman El Nino pada 2023 yang menyebabkan musim hujan datang lebih lambat sehingga sebagian petani mengalami kesulitan memulai masa tanam. Kondisi tersebut turut memengaruhi produksi pertanian dan ketersediaan pangan.
Ardhi menilai, besarnya dampak El Nino bergantung pada kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam melakukan langkah mitigasi. Salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah pengelolaan sumber daya air serta program ketahanan pangan.
“El Nino menakutkan atau tidak itu tergantung pada kesiapan masyarakat. Misalkan kita sudah siap dengan program ketahanan pangan dan swasembada pangan, dampaknya bisa dihindari atau setidaknya diminimalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi El Nino tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam mengantisipasi potensi kekeringan, mengelola penggunaan air secara bijak, serta mendukung upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....