BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' saat Musim Kemarau di Yogyakarta
- 29 Jul 2026 19:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena udara dingin atau bediding yang belakangan dirasakan masyarakat di DIY merupakan kondisi yang umum terjadi saat musim kemarau. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh menguatnya Moonsun Australia dan minimnya tutupan awan.
Prakirawan Meteorologi Publik Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Hendy Andrianto, mengatakan bediding terjadi karena pada periode Juni hingga Agustus Australia sedang mengalami musim dingin. Massa udara yang bergerak menuju Indonesia membawa karakter udara yang lebih kering dan dingin.
“Pada periode Juni Agustus, Australia itu sedang mengalami musim dingin. Jadi masa udara dari Australia bergerak menuju ke Indonesia itu dengan karakter kering dan dingin. Itu mempengaruhi beberapa wilayah di sekitar Indonesia,” kata Hendy dalam Dialog Tanggap Bencana di Pro1 RRI Yogyakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Selain pengaruh Moonsun Australia, Hendy menjelaskan minimnya tutupan awan pada musim kemarau membuat panas yang diterima permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.
“Misalnya sinar matahari yang jatuh pada siang hari itu tidak bisa disimpan. Jadi kalau ada awan tuh malah disimpan. Jadi membuat suhu akan lebih hangat. Karena tidak adanya awan, jadi begitu sinar matahari siang hari tidak dapat disimpan begitu malam terlepas begitu saja ke udara” ucapnya menjelaskan.
Selain itu, rendahnya kandungan uap air pada musim kemarau menyebabkan kelembapan udara ikut menurun. Kondisi tersebut membuat udara terasa lebih dingin, bahkan cenderung menusuk, terutama pada malam hingga pagi hari.
Ia menambahkan, fenomena bediding umumnya lebih terasa di wilayah dataran tinggi, lembah, serta kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Kulon Progo, pesisir Kulon Progo, pesisir selatan Bantul, dan pesisir selatan Gunungkidul. Wilayah-wilayah tersebut menerima hembusan langsung massa udara dingin yang dibawa Moonsun Australia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....