Pekan Budaya Difabel 2026 di Bantul Usung Semangat Inklusif
- 29 Jul 2026 14:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Pekan Budaya Difabel (PBD) 2026 di SLB Negeri 2 Bantul pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang resmi dibuka pada Selasa, 28 Juli 2026 ini mengangkat tema "MURAKABI" untuk merayakan keberagaman dalam ruang inklusif.
Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan kolaborasi antara Pekan Budaya Difabel dan Mobil Keliling Terapi (Moekti). Sinergi tersebut memadukan layanan terapi, aktivitas seni, edukasi, serta pendampingan keluarga dalam satu rangkaian program tumbuh kembang anak difabel.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan penggabungan PBD dengan Moekti menjadi upaya memperluas manfaat layanan sekaligus menguatkan fungsi kebudayaan. Jika sebelumnya Moekti hanya melayani dua Sekolah Luar Biasa (SLB), kini cakupannya diperluas hingga 10 SLB.
"Melalui tema MURAKABI, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berprestasi, berkarya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Keterbatasan fisik maupun mental bukanlah penghalang untuk maju, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama," ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam agenda seperti pelatihan bahasa isyarat, pelatihan pengemasan produk, pameran karya seni, pertunjukan budaya, hingga diskusi parenting. Seluruh kegiatan dirancang untuk mendorong kreativitas dan memperkuat dukungan lingkungan bagi anak difabel.
Suasana antusias tampak dari peserta Moekti, Tama dan Nico, yang bersemangat mengikuti sesi menggambar. Momen tersebut menjadi gambaran bagaimana seni dapat menjadi media untuk mengembangkan kreativitas dan membangun kepercayaan diri anak-anak difabel.
Ketua Panitia PBD 2026 Broto Wijayanto menuturkan acara ini tidak hanya wadah menampilkan karya seni, tetapi juga ruang menumbuhkan kesadaran publik atas kemampuan penyandang disabilitas.
"Kami berharap ke depan Pekan Budaya Difabel semakin inklusif. Teman-teman difabel tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dapat menjadi pelaku utama dalam penyelenggaraan kegiatan. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat secara langsung kemampuan, kreativitas, dan kepemimpinan mereka," katanya.
Sementara itu, Lurah Bangunharjo Nur Hidayat menyambut positif penyelenggaraan PBD 2026 di wilayahnya. Menurutnya, kebudayaan merupakan ruang bersama yang semestinya dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pekan Budaya Difabel 2026 berlangsung hingga 30 Juli 2026. Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan DIY berharap makin banyak anak difabel memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan memperluas ruang berkarya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....