JLFR Kembali Lewati Malioboro, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
- 29 Jul 2026 13:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pelaksanaan Jogja Last Friday Ride (JLFR) pada Jumat terakhir bulan ini dipastikan kembali melintasi kawasan Malioboro. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Satlantas Polresta Yogyakarta, serta sejumlah pemangku kepentingan menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengaturan ruang, dan pengamanan terpadu.
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat mengatakan, hasil koordinasi lintas instansi menetapkan rombongan pesepeda akan melintas melalui lajur kanan atau sisi barat Jalan Malioboro. Sementara itu, lajur kiri tetap difungsikan sebagai jalur operasional Trans Jogja sehingga layanan transportasi umum tetap berjalan meski bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Night (CFN).
"Rencana hasil diskusi terakhir, rombongan JLFR akan menggunakan lajur kanan atau sisi barat. Sementara lajur kiri tetap digunakan Trans Jogja. Meski bersamaan dengan Car Free Night, Trans Jogja tetap beroperasi sehingga diharapkan layanan transportasi umum dapat berjalan maksimal," ujar Alvian.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas di kawasan Malioboro tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat. Dengan skema ini, mobilitas pesepeda, pengguna Trans Jogja, pejalan kaki, wisatawan, hingga pelaku usaha diharapkan tetap dapat berlangsung secara bersamaan.
Selain pengaturan arus kendaraan, pemerintah dan kepolisian juga menyiapkan pembagian ruang di area pedestrian. Sebagian ruang akan dimanfaatkan oleh peserta JLFR, sedangkan bagian lainnya tetap diperuntukkan bagi pejalan kaki dan wisatawan sebagai bentuk penerapan konsep berbagi ruang di kawasan publik.
"Diupayakan tetap saling berbagi ruang. Satu lajur untuk para pesepeda, satu lajur lagi untuk pejalan kaki ataupun wisatawan yang berjalan kaki," katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Satlantas Polresta Yogyakarta akan menempatkan personel di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi simpul keramaian, terutama di kawasan Kleringan. Pengamanan dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali sekaligus menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.
"Kami akan menggelar personel secara maksimal, khususnya di simpul-simpul sekitar Kleringan. Pemerintah juga akan membersamai peserta JLFR agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," kata Alvian.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menegaskan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk bersepeda di kawasan Malioboro, termasuk dalam kegiatan JLFR. Menurutnya, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama sehingga diperlukan sikap saling menghormati, berbagi ruang, dan mematuhi aturan lalu lintas.
"Kami tidak pernah melarang aktivitas bersepeda di Malioboro. Semua pengguna jalan memiliki hak yang sama. Yang terpenting adalah saling berbagi ruang, saling menghargai, dan menaati aturan agar tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu pengguna jalan lainnya," ujar Erni.
Hal senada disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Ia memastikan Pemkot Yogyakarta bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendukung penyelenggaraan JLFR melalui pendekatan kolaboratif, tanpa menerapkan pelarangan maupun pengamanan yang bersifat khusus.
"Pemkot Yogyakarta bersama Forkopimda menerima dengan baik penyelenggaraan JLFR. Tidak ada pelarangan maupun skema pengamanan khusus. Kami akan membersamai para peserta agar kegiatan berjalan baik bagi semua," kata Hasto.
Sinergi antara Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Polresta Yogyakarta, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mewujudkan pelaksanaan JLFR yang aman, tertib, dan nyaman. Rekayasa lalu lintas serta pengaturan ruang tersebut juga menjadi upaya menjaga kawasan Malioboro tetap ramah bagi seluruh pengguna, baik pesepeda, pengguna Trans Jogja, pejalan kaki, pelaku usaha, maupun wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....