Ribuan Pesepeda JLFR Padati Malioboro, Suasana Tetap Kondusif
- 01 Agt 2026 16:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ribuan pesepeda yang mengikuti Jogja Last Friday Ride (JLFR) memadati kawasan Malioboro pada Jumat, 31 Juli 2026 malam. Bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Night, para peserta melintasi kawasan wisata tersebut dalam suasana yang tertib dan tetap kondusif.
Malioboro yang pada malam hari menjadi ruang bagi pejalan kaki tampak semakin semarak dengan iring-iringan pesepeda. Suara kayuhan sepeda, denting bel, dan antusiasme peserta menambah semarak suasana di salah satu ikon Kota Yogyakarta tersebut.
Kelancaran kegiatan tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, Dinas Perhubungan, Polresta Yogyakarta, serta petugas di lapangan yang mengatur arus lalu lintas dan menjaga keamanan kawasan.
Rekayasa lalu lintas dan pengamanan yang diterapkan membuat arus ribuan pesepeda dapat melintas lebih lancar dibanding sejumlah pelaksanaan sebelumnya. Kepadatan yang biasanya menyebabkan antrean panjang pun berhasil diminimalkan.
Salah seorang peserta, Muhammad Rian (19), pelajar asal Kalurahan Trirenggo, Kabupaten Bantul, mengaku senang kembali mengikuti JLFR yang telah rutin digelar sejak 2010. Meski harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit menuju Malioboro, hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk ikut bersepeda bersama komunitas dan teman-temannya.
"Kebetulan lumayan ramai dan seru juga, apalagi saya sama temen juga disini,” ujarnya.
Meski demikian, Rian berharap seluruh peserta semakin disiplin saat mengikuti kegiatan. Menurutnya, masih ada sebagian pesepeda yang kurang tertib, baik dalam berkendara maupun saat berinteraksi dengan peserta lain.
"Harapannya mungkin kedepannya lebih tertib lagi ya, karena saya lihat dari tadi itu agak berantakan juga jalurnya orang yang sepedaan. Mungkin tutur katanya juga pada dibenahi untuk para peserta yang ikut JLFR ini, biar nggak merusak reputasi JLFR itu sendiri,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan Kuncung (30), warga Kabupaten Sleman. Ia rela menempuh perjalanan sekitar 35 menit dari kawasan Jalan Kaliurang menuju Malioboro untuk mengikuti kegiatan yang hanya digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan. Baginya, JLFR menjadi ajang yang sayang untuk dilewatkan.
"Ya ikut meramaikan acara aja Mas. Ini kan acara tiap akhir minggu di akhir bulan,” ujarnya.
Ia berharap budaya bersepeda di Yogyakarta terus berkembang dengan tetap mengedepankan keselamatan dan ketertiban di jalan.
"Ya buat rekan-rekan JLFR, lebih hati-hati di jalan, jaga kondusivitas. Semoga besok kedepannya lebih maju, orang-orang yang naik sepeda lebih banyak,” ujarnya.
JLFR merupakan gerakan bersepeda yang tumbuh dari komunitas dan menjadi agenda rutin setiap Jumat terakhir dalam sebulan. Meski pada sejumlah penyelenggaraan sebelumnya sempat menuai perhatian akibat dampak kemacetan maupun perilaku sebagian peserta, pelaksanaan kali ini menunjukkan kondisi yang lebih tertib berkat sinergi penyelenggara, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Koordinasi dalam pengaturan arus lalu lintas, rekayasa kendaraan, serta pengamanan di sejumlah titik dinilai mampu menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik. Kolaborasi tersebut diharapkan terus dipertahankan agar JLFR tetap menjadi ruang bersepeda yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna jalan di Yogyakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....