Gelar Karya BBPPMPV: Guru Vokasi Perbarui Kompetensi Ikuti Tren Industri Sepatu
- 29 Jul 2026 09:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Perkembangan tren desain sepatu mendorong guru SMK untuk terus memperbarui kompetensinya agar pembelajaran tetap selaras dengan kebutuhan industri. Hal itu ditunjukkan melalui Gelar Karya BBPPMPV Seni dan Budaya yang menampilkan hasil pelatihan guru vokasi, termasuk karya dari konsentrasi Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi.
Penanggung Jawab Peningkatan Kompetensi Kejuruan BBPPMPV Seni dan Budaya, Feti Anggraini, S.Ant., M.A., mengatakan Gelar Karya menjadi puncak rangkaian program upskilling dan reskilling guru vokasi bidang seni dan budaya.
"Selama pelatihan mereka meningkatkan kompetensi sekaligus menghasilkan karya. Sebagai puncak rangkaian kegiatan tersebut, kami menyelenggarakan Gelar Karya," ujarnya Selasa, 28 Juli 2026.
Feti menjelaskan, gelombang kedua yang menjadi penutup pelatihan tahun ini diikuti 177 peserta dari 149 sekolah di 24 provinsi. Peserta berasal dari 17 konsentrasi keahlian dan menjadi bagian dari target BBPPMPV Seni dan Budaya untuk meningkatkan kompetensi lebih dari 1.600 guru vokasi bidang seni dan budaya di seluruh Indonesia sepanjang 2026 melalui berbagai pola pelatihan.
Salah satu peserta, Guru SMKN 1 Jabon, Sidoarjo, Prayoga Sima Negara, mengatakan pelatihan tersebut membekalinya dengan keterampilan membuat produk alas kaki, mulai dari pemilihan bahan, proses produksi, hingga praktik langsung di industri menggunakan teknologi terbaru.
Ia menjelaskan, peserta juga mempelajari karakteristik material untuk menghasilkan produk yang nyaman digunakan. Salah satu karya yang dipamerkannya menggunakan kulit asli sebagai bagian luar (outer) dan kulit kambing sebagai pelapis dalam (lining) sehingga terasa lebih lembut saat dikenakan.

Prayoga menilai tantangan industri alas kaki bukan terletak pada produknya, melainkan perubahan tren desain yang terus berkembang. Ia mengaku masih mengingat pesan salah satu pelatih selama mengikuti pelatihan.
"Pak Dwi selalu bilang, 'Selama manusia masih pakai sepatu, industri sepatu tidak akan mati. Tetapi ketika mereka masih pakai sepatu, pasti modelnya akan berganti-ganti.' Jadi, kita harus mengikuti desain yang saat ini digunakan," ujarnya.
Sebagai salah satu contohnya, peserta mempelajari teknik pembuatan sepatu model Doc Martens yang tengah menjadi tren agar materi pembelajaran tetap mengikuti perkembangan industri.
"Tahun ini yang lagi tren untuk jenis sepatu adalah model Doc Martens. Kita belajar lagi bagaimana cara membuat sepatu dengan desain tersebut," katanya.
Peserta juga dilatih memenuhi target produksi yang diterapkan di industri. Mennurutnya, sebuah sandal dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hari. Setelah menguasai teknik produksi, peserta mampu membuat hingga dua pasang sepatu dalam waktu sekitar satu pekan.
Prayoga berharap program peningkatan kompetensi seperti ini terus berlanjut agar guru SMK mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tren industri sehingga materi yang diajarkan kepada siswa tetap sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. (Fatimah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....