Mewisuda Beragam Lulusan, UIN Sunan Kalijaga Ikrarkan sebagai Kampus Inklusif
- 16 Agt 2026 20:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wisuda memang sebuah seremoni, tetapi setiap nama yang dipanggil ke depan membawa perjalanan panjang yang layak dirayakan. Di balik toga, senyum, dan ijazah yang diterima, tersimpan lelah yang dituntaskan, doa orang tua yang tidak pernah putus, serta dukungan banyak tangan yang mengantarkan para lulusan hingga ke titik ini
Suasana penuh kebahagiaan dan haru tersebut mewarnai hari pertama Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang digelar melalui Sidang Senat Terbuka di Gedung Multipurpose, Rabu, 12 Agustus pagi.
Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Universitas, Prof Dr Kamsi. Sebanyak 552 lulusan mengikuti prosesi wisuda pada hari pertama, terdiri atas 87 wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 236 wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 136 wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi, 59 wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, serta 34 wisudawan Pascasarjana.
Dalam pidatonya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan, mengajak para wisudawan merayakan capaian ini sebagai salah satu tonggak penting dalam kehidupan. Ia meyakini, gelar akademik bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan bekal untuk menentukan arah perjalanan hidup pada masa mendatang.
“Bergembiralah atas gelar yang Anda peroleh. Perjalanan ini penuh liku, membutuhkan mental serta daya tahan yang tangguh, dan Anda mampu melewatinya” ujarnya.
Selama menempuh pendidikan, Noorhaidi menegaskan, mahasiswa tak hanya dibekali kompetensi keilmuan. UIN Sunan Kalijaga juga memberikan berbagai pendampingan untuk mengembangkan keterampilan dan membentuk lulusan sebagai pembelajar sepanjang hayat yang siap memberikan pengabdian terbaik bagi negeri.
“Setidaknya terdapat tiga kemampuan dasar yang dibangun selama proses pendidikan, yakni berpikir logis, kritis, dan kreatif. Anda sekalian juga dilatih mengomunikasikan gagasan melalui penulisan karya ilmiah dan presentasi akademik. Seluruh kemampuan tersebut dilengkapi dengan pembentukan karakter yang menjunjung integritas dan tanggung jawab dalam bingkai besar integrasi-interkoneksi,” katanya, menegaskan.

Kampus inklusif dan multikultural
Sosok yang juga pernah menjabat Direktur Pascasarjana ini juga mengingatkan, para lulusan tumbuh di lingkungan kampus yang inklusif, plural, dan multikultural. Nilai-nilai itu memperoleh wujudnya dalam prosesi wisuda kali ini.
Hari ini, tiga mahasiswa difabel turut berdiri sebagai wisudawan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar akademik. Semangat serupa mengalun dari Paduan Suara Gita Divana yang beranggotakan mahasiswa difabel dan para relawan. Lirik demi lirik mereka persembahkan, sementara lantunan ayat suci Al-Quran dibacakan dengan khidmat oleh seorang mahasiswa tunanetra.
Wajah keberagaman juga hadir melalui Romo Adrianus Fani, salah seorang wisudawan yang menjalani pelayanan keagamaan di Jepang. Perjalanannya memperlihatkan bahwa UIN Sunan Kalijaga membuka ruang perjumpaan bagi mahasiswa dari beragam latar belakang agama, pengalaman, dan jalan pengabdian.
Pada saat yang sama, lanjut Rektor, UIN Sunan Kalijaga juga terus memperkuat diri sebagai perguruan tinggi yang unggul, terkemuka, dan bereputasi global.
“Sejumlah langkah strategis telah ditempuh, mulai dari pembukaan Program Studi Kedokteran dan 12 program studi baru pada tahun ini, hingga dimulainya pembangunan Kampus II di Pajangan,” ujar Rektor, menambahkan.
Namun, kemajuan institusi harus berjalan beriringan dengan kesiapan lulusan menghadapi perubahan dunia. Figur yang juga merupakan akademisi terkemuka ini menilai generasi muda akan memasuki kehidupan yang diwarnai persaingan kekuatan global, perebutan pengaruh geopolitik, konflik dan peperangan, melemahnya kohesi sosial, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Tantangan itu semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Otomatisasi mulai mengambil alih sebagian pekerjaan administratif dan analitis yang sebelumnya dikerjakan manusia.
“Kalian harus hadir sebagai problem solver atas berbagai persoalan kehidupan. Jadilah orang yang mampu menawarkan gagasan untuk memperbaiki kualitas layanan serta kehidupan masyarakat. Percayalah dengan berbagai bekal yang telah Anda dapatkan selama kulliah, Anda mampu melakukannya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....