Direktur Intelijen Keimigrasian Lakukan Penguatan Desa Binaan Imigrasi
- 28 Jul 2026 18:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Direktur Intelijen Keimigrasian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulon Progo pada Senin 27 Juli 2026. Kunjungan ini dalam rangka penguatan program Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preventif terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh perangkat kalurahan, unsur TNI-Polri setempat, serta Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, Yuni Santi Nurani.
Dalam kunjungannya, Agus Waluyo S.I.K. meninjau sosialisasi yang dilakukan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) di Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon. Edukasi tersebut dalam rangka pencegahan TPPO, TPPM, hingga pengawasan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di DIY.
"Saya melihat langsung bagaimana petugas kami melakukan sosialisasi pencegahan TPPO, TPPM, serta kaitannya dengan keberadaan Warga Negara Asing di DIY," ujarnya.
Agus menegaskan, Desa Binaan Imigrasi merupakan salah satu program unggulan Kemenimipas untuk membentengi masyarakat mulai dari tingkat desa. Langkah ini diambil mengingat tingginya potensi warga desa yang terjebak modus penipuan tenaga kerja luar negeri. Menurutnya, perluasan jangkauan layanan dan pengawasan hingga ke tingkat kalurahan terbukti efektif meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
"Jadi petugas akan berinteraksi langsung dengan warga di desa yang hendak bekerja di luar negeri atau jika ada WNA di desa tersebut, berkolaborasi dengan lurah, babinsa, dan bhabinkamtibmas," ujarnya.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, Yuni Santi Nurani mengatakan, Desa Binaan Imigrasi sangat penting bagi wilayah DIY, terutama dengan hadirnya rute penerbangan internasional langsung melalui Yogyakarta International Airport (YIA). Keberadaan bandara internasional ini berpotensi meningkatkan kerawanan TPPO maupun TPPM jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat.
"Karena itu kami menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah agar ada kolaborasi dan sinergi sebagai upaya pencegahan," katanya.
Saat ini, wilayah DIY telah memiliki 19 titik Desa Binaan Imigrasi. Lima di antaranya berlokasi di Kabupaten Kulon Progo, yakni Kalurahan Triharjo, Karangwuni, Sindutan, Hargomulyo, dan Hargorejo. Pemilihan lokasi ini tergolong strategis karena posisinya yang berdekatan langsung dengan YIA sebagai pintu gerbang utama menuju luar negeri.
Pihak Kanwil Ditjen Imigrasi DIY berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini ke wilayah-wilayah lain yang dinilai rawan.
"Jumlah Desa Binaan Imigrasi akan terus bertambah sebagai upaya untuk memberikan informasi dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....