Gudang Pabrik Bambu di Pleret Terbakar, Kerugian Mencapai Satu Miliar Lebih
- 26 Jul 2026 17:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Kebakaran hebat melanda gudang dan pabrik pengolahan bambu di Padukuhan Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul pada Sabtu, 25 Juli 2026 sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, akan tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar lebih,
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyatakan bahwa aktivitas produksi di pabrik tersebut telah selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Sebagian besar pekerja pun sudah pulang dan menyisakan tiga orang yang berada di samping pabrik.
“Tiga orang pekerja yang masih berada di lokasi sedang membantu membersihkan pohon di rumah yang berada di samping pabrik. Hal itu atas permintaan pemilik pabrik,” ucapnya, Minggu, 26 Juli 2026.
Setengah jam kemudian, seorang pekerja melihat kepulan asap hitam keluar dari arah ruang oven. Saat diperiksa ke sumber asap tersebut, ternyata api sudah membesar.
“Ketiga pekerja membuka pintu geser ruang oven dan mendapati api sudah semakin membesar,” ujarnya.
Para pekerja lalu mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.
“Mereka lalu mencoba mengevakuasi sejumlah barang di dalam ruang oven agar api tidak semakin merembet,” ujarnya.
Api akhirnya menjalar ke bagian bangunan produksi. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke BPBD Bantul.
“Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama unsur BPBD, Tagana, PMI, FPRB, serta personel Polsek Pleret. Proses pemadaman itu dibantu dengan satu tangki air Tagana, satu tangki PMI, dua tangki BPBD, serta dua unit mobil pemadam kebakaran,” katanya.
Api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.25 WIB, dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Selanjutnya, Tim INAFIS Polres Bantul melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Untuk sementara, dugaan awal api berasal dari tungku oven produksi bambu. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan petugas yang melakukan olah TKP,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....