Ditinggal Pergi, Dapur Milik Warga Sentolo Ludes Dilahap Api
- 13 Jul 2026 07:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Peristiwa kebakaran melanda sebuah rumah tinggal milik seorang lansia di Tuksono, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Insiden yang bersumber dari api tungku dapur ini, terjadi Sabtu 11 Juli 2026 siang.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengatakan, rumah yang terbakar adalah milik seorang kakek berinisial PW (82), warga Sentolo, Kulon Progo.
Sarjoko menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB, saat saksi pertama bersama saksi kedua tengah memasak air di area dapur dengan menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu.
"Saksi kedua kemudian pergi ke sawah bersama pemilik rumah berinisial PW untuk mengambil padi. Sementara itu, saksi pertama juga ikut meninggalkan dapur menuju ke samping rumah untuk mengambil pakan ternak, sedangkan air yang dimasak di atas tungku kayu bakar tersebut masih dalam kondisi ditinggal menyala," ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Selang setengah jam kemudian, saksi pertama bermaksud kembali ke dalam dapur untuk mengecek air yang sedang dimasak. Namun, sesampainya di area belakang rumah, saksi pertama terkejut melihat kobaran api yang sudah membesar dan meluas membakar bagian dinding dapur.
Kondisi bangunan dapur yang terbuat dari anyaman bambu membuat material tersebut sangat mudah terbakar dan menyebabkan api dengan cepat merembet.
Sarjoko menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Namun demikian bagian dapur rumah korban dilaporkan mengalami kerusakan. Kasus ini kini telah mendapatkan penanganan dari pihak kepolisian setempat bersama tim pemadam kebakaran dan warga sekitar.
Menyikapi peristiwa ini, Sarjoko, mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat menggunakan tungku kayu bakar maupun kompor gas.
"Kami mengingatkan agar memastikan api tungku benar-benar telah padam atau tidak ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan saat beraktivitas di luar rumah, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....