Dua Kawasan Perbukitan Imogiri Terbakar, Delapan Hektare Lahan Terdampak

  • 27 Jul 2026 22:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Kebakaran lahan terjadi di dua kawasan perbukitan wilayah Imogiri, Bantul, pada Minggu, 26 Juli 2026. Total luas area yang terdampak diperkirakan mencapai delapan hektare.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyatakan, insiden pertama terjadi di kawasan Dusun Putat, Kalurahan Selopamioro sekitar pukul 15.00 WIB. Di lokasi tersebut, api muncul di enam titik, yakni empat titik di sebelah barat akses masuk Dusun Bango dan dua titik lainnya berada di wilayah Dusun Putat.

“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare dan seluruhnya merupakan tanah Sultan Ground yang berada di kawasan perbukitan. Jadi jauh dari permukiman warga,” ucapnya, Senin, 27 Juli 2026.

Rita menyebut, kebakaran itu pertama kali diketahui oleh dua orang warga yang tengah berada di sekitar lokasi. Kedua saksi tersebut lalu melaporkannya ke petugas pemadam kebakaran.

“Para saksi melihat adanya kepulan asap disertai kobaran api dari jarak sekitar satu kilometer. Mereka lalu turun dari perbukitan dan memberitahukan kepada warga yang dilanjutkan ke Damkar Sektor Imogiri serta Damkar Sektor Pundong,” ujarnya.

Tak berselang lama, kebakaran juga melanda area perbukitan Kalurahan Wukirsari sekitar pukul 16.00 WIB. Lahan yang terbakar berada di dua titik dengan luas sekitar tiga hektare.

“Lokasi tepatnya di Dusun Karangasem RT 06 dan Dusun Nogosari RT 04. Lahan yang terbakar terdiri atas lahan milik warga dan tanah Sultan Ground,” katanya.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat sejumlah saksi melihat kepulan asap dari belakang rumah. Sekitar 20 menit kemudian, kepulan asap tersebut telah berubah menjadi kobaran api.

“Lokasinya berada sekitar 300 meter dari posisi para saksi. Setelah memastikan terjadi kebakaran, para saksi langsung memberitahukan perangkat wilayah dan melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar Sektor Imogiri agar segera dilakukan penanganan,” ucap Rita.

Rita menjelaskan, proses pemadaman di kedua lokasi dilakukan secara manual oleh warga, relawan, dan petugas dengan cara memutus rambatan api. Upaya tersebut dilakukan karena akses menuju lokasi yang tidak bisa dijangkau mobil pemadam.

“Kondisi lahan yang terbakar dipenuhi ranting, dedaunan kering, serta vegetasi berupa pohon jati, bambu, dan sonokeling sehingga api cukup mudah merambat. Beruntung lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga,” ujarnya.

Kasi Humas menambahkan, api di kawasan Wukirsari telah berhasil dipadamkan pada Minggu malam. Para relawan pun masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Sementara untuk kawasan Selopamioro proses pendinginan dan pemantauan masih terus dilakukan karena masih terdapat beberapa titik api yang belum padam sepenuhnya. Untuk penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....