DIY Dorong Koperasi Bertransformasi Jadi Lebih Digital dan Inovatif
- 23 Jul 2026 14:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY mendorong koperasi di Yogyakarta untuk terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 dimanfaatkan sebagai penguat komitmen menghadirkan koperasi yang lebih digital, inovatif, dan inklusif agar mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di DIY yang berlangsung di Amphitheater Teras Malioboro, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Sri Paduka, sudah saatnya koperasi meninggalkan stigma lama dan membangun wajah baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan tema Hari Koperasi Nasional tahun ini, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya," lahir dari semangat idealisme sekaligus realitas kehidupan masyarakat. Koperasi dinilai menjadi solusi berbasis kebersamaan untuk membangun kesejahteraan serta mewujudkan nilai Hamemayu Hayuning Bawana.
“Peringatan Hari Koperasi Ke-79 pada tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali posisi koperasi sebagai sakaguru perekonomian nasional. Semoga koperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menjadi pilar ekonomi rakyat menuju Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Sri Paduka.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono, menyampaikan Harkopnas Ke-79 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, dan pemberdayaan koperasi agar semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Agus menjelaskan, hingga triwulan II tahun 2026 terdapat 2.613 koperasi di DIY dengan sebagian besar bergerak pada sektor riil. Sejalan dengan kebijakan Kementerian Koperasi, transformasi digital menjadi salah satu fokus pengembangan koperasi di daerah.
“Untuk target 2026, sebanyak 9 koperasi modern yang tentunya telah melakukan digitalisasi dan inovasi dalam pengembangan usahanya,” ujar Agus.
Ia menambahkan, hingga triwulan II tahun 2026 terdapat 387 koperasi berbadan hukum di DIY, termasuk 42 koperasi yang belum genap berusia satu tahun. Dari 345 koperasi yang telah memenuhi syarat menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sebanyak 186 koperasi telah melaksanakan dan melaporkan RAT.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 144 koperasi.
Agus juga mengungkapkan, mulai tahun 2026 pemerintah menerapkan sistem pemeriksaan kesehatan koperasi sesuai Peraturan Menteri Koperasi Nomor 9 Tahun 2020. Sistem ini menggantikan mekanisme penilaian sebelumnya dan berlaku bagi koperasi simpan pinjam maupun koperasi sektor riil.
Hingga triwulan II tahun 2026, hasil pemeriksaan menunjukkan 14 koperasi masuk kategori sehat, sedangkan 30 koperasi lainnya berstatus cukup sehat.
Selain penguatan kelembagaan, pengembangan Koperasi Desa Kalurahan Merah Putih (KDKMP) juga menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari program strategis nasional.
Agus mengatakan, pembentukan KDKMP telah didorong di 392 kalurahan dan 49 kelurahan di DIY. Keberadaan koperasi tersebut turut meningkatkan jumlah anggota koperasi hingga mencapai 12.671 orang.
"Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, pemerintah daerah bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pengurus KDKMP agar semakin profesional dalam mengembangkan usahanya," ujar Agus.
Ia menambahkan, pembangunan gerai KDKMP dilaksanakan melalui kolaborasi Dinas Koperasi dan UKM DIY bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMK Dukcapil) DIY serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY dalam penentuan lokasi.
Pelaksanaan pembangunan mengacu pada Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemanfaatan Tanah Kalurahan. Hingga kini telah berdiri 115 gerai KDKMP, terdiri atas 30 gerai di Kabupaten Bantul, 30 gerai di Kulon Progo, 30 gerai di Gunungkidul, dan 25 gerai di Kabupaten Sleman.
Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di DIY juga diramaikan dengan sejumlah kegiatan, antara lain Gebyar Koperasi Istimewa dan Gelar Produk Koperasi, peresmian Gedung Plaza Kosudgama, serta seminar bertema Membangun Koperasi Sektor Riil yang Berdaya melalui Peran Aktif Generasi Z.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....