BPBD Beberkan Langkah Penanganan Kondisi Kekeringan di Kabupaten Gunungkidul

  • 23 Jul 2026 09:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul terus meluas seiring berlangsungnya musim kemarau yang diprediksi lebih panjang pada tahun ini. Penyaluran bantuan air bersih pun terus diperluas ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Purwono mengatakan penyaluran bantuan air bersih telah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, lokasi penerima bantuan terus bertambah. Bantuan telah disalurkan kepada warga di Padukuhan Guyangan, Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus serta di Padukuhan Jarah, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari.

”Penyaluran bantuan air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Sebanyak 12 kapanewon di Gunungkidul juga memiliki alokasi anggaran untuk melaksanakan droping air bersih secara mandiri sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing”, katanya ketika menjadi narasumber Dialog Tanggap Bencana di RRI Yogyakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Sementara itu, Dosen Fakultas Geografi UGM Emilya Nurjani mengatakan fenomena El Nino yang aktif pada 2026 menyebabkan musim kemarau di Indonesia diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

“Puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026 dan memicu berbagai kerawanan, mulai dari kekurangan air bersih hingga risiko kebakaran hutan dan lahan”, katanya.

Emilya menambahkan kondisi ini harus mulai diantisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan ketersediaan air, kondisi kesehatan, serta kebutuhan multisektor yang terdampak dapat terkendali. (Prima Hapsari)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....