BPBD Bantul Masifkan Sumur Bor Demi Solusi Jangka Panjang Kekeringan
- 18 Sep 2026 22:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul terus mendorong upaya jangka panjang dalam penanganan kekeringan. Salah satunya dengan memfokuskan strategi pada pembuatan sumur bor di titik-titik lokasi sumber mata air potensial.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Konstruksi BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyatakan langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan penyaluran air bersih yang hanya bersifat sementara. Secara teknis, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengajuan pembuatan sumur bor.
“Kami dari BPBD memang bekerja sama juga dengan BNPB untuk mencari sumber mata air atau pengeboran sumur. Paling tidak untuk jangka panjang. Kalau dropping itu kan jangka pendek,” ucapnya, Jumat, 18 September 2026.
Kendati demikian, ia menilai bahwa pembuatan sumur bor menelan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, BPBD Bantul juga menggandeng pihak swasta dalam pelaksanaannya.
“Selain pengajuan ke BNPB, kami juga menyampaikan lewat Corporate Social Responsibility (CSR). Saya belum tahu harga pastinya, tapi sepertinya memang mahal,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika menemukan lokasi atau potensi titik sumber mata air baru di lingkungan sekitar. Seluruh data dan masukan warga akan ditindaklanjuti dengan asesmen teknis.
“Kami selalu berkolaborasi dengan masyarakat. Kami minta warga untuk aktif berkomunikasi dan menyampaikan jika ada lokasi yang berpotensi atau membutuhkan sumur bor. Data itu akan kami rangkum untuk diajukan ke BNPB maupun mitra CSR,” katanya.
Saat ini, sudah ada usulan rencana pembuatan sumur bor di wilayah Kapanewon Pajangan. Meski hingga kini masih dalam tahap perencanaan, upaya itu diharapkan dapat menangani dampak krisis air di wilayah tersebut.
“Kemarin itu dari Baznas ada rencana di Pajangan. Dari Baznas merencanakan akan ke sana, tapi untuk pelaksanaannya sepertinya belum,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....