Gandeng BPBPK DIY, BPBD Sleman Kembali Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih di Moyudan

  • 21 Sep 2026 19:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) DIY melakukan dropping air di Padukuhan Jitar Ngemplak, Kalurahan Sumberarum, Moyudan Sleman, Senin, 21 September 2026. Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan ke 5 hidran umum (HU) untuk dimanfaatkan oleh warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Uun Mardiyanto menjelaskan droping air intens dilakukan sejak April 2026. Ada 4 kapanewon yang disasar, meliputi Turi dengan total 209 ribu liter, Moyudan dengan total 121 ribu liter, Tempel dengan total 91,6 ribu liter, dan Godean dengan 20 ribu liter.

Dengan demikian, droping air yang dilakukan BPBD sepanjang April-September 2026 mencapai 441,6 ribu liter. Sebagai langkah optimalisasi upaya droping air di tengah masyarakat, BPBD Sleman kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 juta melalui anggaran perubahan.

Uun menjelaskan droping air bersih di Moyudan baru dilakukan pada tahun ini lantaran kondisi kemarau panjang. Terlebih kondisi Kali Progo juga mengering yang menjadikan sumber air bersih di sumur warga berkurang.

Uun mengatakan droping air bersih ini merupakan solusi jangka pendek. Untuk itu, BPBD Sleman berupaya untuk melakukan mitigasi bencana kekeringan jangka panjang dengan pembuatan sumur bor.

“Untuk Padukuhan Jitar Ngemplak dan Padukuhan Sejati Pasar kita usulkan untuk dibuat sumur bor. Karena sebenarnya jaringannya sudah ada. Cuma sumber debit airnya yang berkurang. Jadi harus ditambah debit airnya. Solusinya cuma sumur bor itu,” kata Uun saat ditemui di Padukuhan Jitar Ngemplak, Moyudan, Senin, 21 September 2026.

Uun menuturkan sumur bor akan dibangun pada kedalaman 10-16 meter, tergantung kedalaman sumber air yang ada pada wilayah yang disasar. Pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan sumur bor.

Targetnya, pembangunan sumur bor bisa dilakukan pada akhir tahun 2026 dengan memanfaatkan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Dengan demikian, diharapkan ke depan sumber air bersih masyarakat tercukupi sehingga tak perlu lagi dilakukan droping air bersih.

Sementara, PPK Tanggap Darurat BPBPK DIY Dian Islamiyah menyebut ini menjadi kali pertama bagi BPBPK DIY untuk melakukan droping air di Kapanewon Moyudan. Selain droping air, pihaknya turut mendukung BPBD Sleman dengan memberikan pinjam pakai 8 armada tangkai dengan kapasitas masing-masing mencapai 4.000 liter.

Ada pula fasilitas tampungan air atau hidran umum (HU) yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Dian mengaku pihaknya turut bersinergi dengan BPBD dalam melakukan upaya droping air.

“Ada permohonan masuk dari BPBD Sleman. Karena yang mengetahui terkait dengan lokasi adalah pemda setempat. Jadi kebutuhannya di mana, itu menyampaikan permohonan ke kami, kami menindaklanjuti itu,” kata Dian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....