Nuansa Klasik Jogja Library Center Malioboro

  • 21 Jul 2026 23:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jogja Library Center (JLC) di kawasan wisata Malioboro menjadi tempat membaca buku di kawasan jantung Kota Yogyakarta. Tempat bersejarah yang berusia puluhan tahun ini, tetap mempertahankan bangunan bergaya kolonial.

JLC menempati kawasan yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta. Lokasinya sangat memungkinkan bagi pengunjung, untuk menikmati suasana literasi sekaligus merasakan suasana kawasan bersejarah yang menjadi ikon daerah.

Pustakawan JLC Haanannisa Pashadina menjelaskan, sebelum berfungsi sebagai perpustakaan, gedung di Jalan Malioboro No. 175 ini merupakan kantor NV Boekhandel dan Drukkerij Kolff-Buning. Yaitu sebuah perusahaan swasta Belanda yang bergerak di bidang toko buku, penerbitan, dan percetakan.

”Bangunan ini sebelumnya bernama Burning, yang itu juga masih ada peninggalannya,” katanya, Selasa, 21 Juli 2026. ”Alat-alat cetak milik perusahaan masih ada di belakang, yang ada di depan ruang audio visual atau di ruangan galeri.”

Pada masa pendudukan Jepang, gedung tersebut menjadi Kantor Berita Domei. Setelah Indonesia merdeka, bangunannya beralih fungsi menjadi Perpustakaan Negara Rakyat Indonesia, dan ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya pada tahun 2007.

”Perpustakaan ini resmi berganti nama menjadi Jogja Library Center pada tahun 2010,” ucapnya. ”Memasuki JLC, nuansa kuno langsung terasa, saat menyaksikan lantai keramik bermotif klasik, tangga dan lantai kayu, pilar-pilar besar, serta langit-langit tinggi.”

Meski pernah mengalami rekonstruksi, perubahan hanya dilakukan pada bagian pintu utama. Sebagian besar elemen bangunan tetap dipertahankan, dan untuk menjaga lantai kayu di lantai dua yang berusia puluhan tahun, setiap pengunjung diwajibkan melepas alas kaki sebelum naik.

Tidak hanya bangunannya yang bersejarah, koleksi di dalamnya juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. JLC menyimpan koleksi surat kabar dan majalah lawas, koleksi Jogjasiana, Kyoto Book Corner, hingga buku-buku berbahasa Belanda, yang hanya dapat diakses dengan izin pustakawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....