Djogja Antique Day Pertemukan Ruang Pecinta Otomitif Motor dengan Kultur Budaya
- 08 Agt 2026 21:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID - Banguntapan - Memasuki satu dekade penyelenggaraan Djogja Antique Day 2026, Motor Antique Club Indonesia (MACI) Yogyakarta membawakan unsur kultur Jogja dalam gelaran yang berlangsung di Jogja Expo Center 7 hingga 8 Agustus 2026, melalui konsep “Jamasan Motor Tua”.
Konsep tersebut merupakan bagian dari pengupayaan MACI Yogyakarta dalam membawa hobi otomotif lebih dekat dengan kultur setempat. Ketua MACI Yogyakarta, Atmaji Apriliyanto mengatakan, para bikers perlu memahami sejarah dan kultur jogja. Untuk itu, event Djogja Antique Day digelar dengan program yang mengangkat budaya, kuliner, destinasi wisata, dan kehidupan sosial.

Tidak hanya berpusat pada pameran kendaraan klasik, dalam kawasan acara tersebut, pengunjung juga disuguhi pertunjukan tari sebagai pembuka acara, area kuliner, stan apparel, hingga lapak penjualan motor dan berbagai barang dengan nuansa otomotif. Perpaduan tersebut membuat gelaran komunitas motor antik tidak sekedar hadir sebagai ruang para bikers, namun juga sebagai ruang pertemuan budaya dan aktivias ekonomi.
Kehadiran berbagai lapak dalam Djogja Antique Day juga merupakan salah satu upaya menggerakan perekonomian. Atmaji menyebut, gelaran tersebut diharapkan berkembang lebih besar dan melibatkan serta menumbuhkan UMKM dan IKM, baik di lingkungan MACI Yogyakarta maupun masyarakat luas. Sehingga keberadaan komunitas motor antik tidak hanya mempertahankan kecintaan terhadap kendaraan lama, tetapi juga dapat tumbuh bersama lingkungan sosial dan ekonomi di sekitarnya.
Selain itu, kehadiran bikers dari berbagai daerah juga diharapkan memberi dampak bagi pariwisata Yogyakarta. Menurutnya, penyelenggaraan pada Jumat dan Sabtu memungkinkan bikers dari luar daerah untuk tetap berada di Yogyakarta setelah acara dan menikmati berbagai destinasi. “Kita berharap di hari Minggunya teman-teman bikers yang dari Nusantara hadir tetap bisa stay di Jogja, menikmati suasana Jogja, ke destinasi wisata, kulinernya, belanja,” kata Atmaji.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X menilai perjalanan satu dekade Djogja Antique Day menunjukkan komunitas mampu bertahan melalui kepercayaan, solidaritas, dan kepedulian. Ia berharap gelaran tersebut ke depan tidak hanya menjadi agenda komunitas motor antik, tetapi juga semakin terhubung dengan masyarakat luas. “Saya berharap event ini, Djogja Antique Day, pada masa mendatang tidak hanya menjadi kalender penting bagi komunitas motor antik, tetapi juga menjadi ruang yang semakin erat terhubung dengan komponen-komponen masyarakat lainnya,” ujar Paku Alam X.
Pandangan mengenai komunitas sebagai ruang berbagi juga disampaikan Indro, pelawak Indonesia. Menurutnya, pertemuan para pecinta motor memungkinkan anggota saling bertukar pengalaman, termasuk belajar dari generasi yang lebih muda. “Anda melihatnya hanya motor biasa, tapi buat saya ini sebuah knowledge,” ujar Indro, Jumat, 7 Agustus 2026. (Naila Siti Aisyatarridho)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....