Perguruan Tinggi Bertanggungjawab Wujudkan Aksesibilitas bagi Difabel

  • 21 Jul 2026 19:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketua Pusat Studi Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial UMY, Dr. Arni Surwanti menekankan pentingnya komunitas difabel di kampus. Yaitu sebagai upaya nyata, memperkuat advokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas.

”Komunitas membuat kita dapat saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan memperkuat advokasi,” katanya dalam Talkshow Inklusifitas di Perpustakaan UMY, Senin, 20 Juli 2026. ”Persoalan disabilitas sering kali hanya benar-benar dipahami, ketika disampaikan langsung oleh para penyandang disabilitas.”

Menurut Arni, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus mengurangi berbagai hambatan yang dihadapi para mahasiswa disabilitas. Baik melalui penyediaan fasilitas fisik maupun pengembangan sistem layanan pendidikan inklusif.

Sedangkan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UMY, Intan Tri Agustin sebagai seorang difabel daksa, mendorong universitas agar terus menyempurnakan fasilitas kampus. Sehingga, memudahkan aktivitas para penyandang disabilitas fisik.

”Toilet disabilitas sebaiknya tidak hanya tersedia di lantai dasar atau lantai satu, tetapi juga di setiap lantai,” katanya. ”Selain itu, butuh perawatan fasilitas secara rutin serta kanal pengaduan yang memudahkan mahasiswa menyampaikan masukan.”

Menanggapi hal itu, Direktur Direktorat Operasional dan Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Dr. Surya Budi Lesmana memastikan, universitas rutin mengevaluasi fasilitas kampus. Yaitu melalui sistem pengaduan yang menerima ratusan laporan setiap bulan.

”Setiap bulan kami menerima sekitar 500 aduan dari para civitas akademika,” ujarnya. ”Misalkan aduan soal lampu mati masuk sebagai laporan di sistem pengaduan, termasuk laporan tentang keran bocor juga masuk ke sistem yang sama.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....