Pembangunan Desa dengan Perspektif GEDSI

  • 21 Jul 2026 14:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – GEDSI merupakan singkatan dari Gender Equality Disability Social Inclusion, atau kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial. Jika dikaitkan dengan proses bermasyarakat maka setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, didengar, dan merasakan manfaat dari setiap pembangunan.

Fasilitas dalam sebuah desa hendaknya ramah difabel. Misalnya jalan yang ramah untuk pengguna kursi roda, bantuan penerjemah bagi difabel tuli,

Inklusi sosial yang dimaksud merupakan sebuah semangat untuk memastikan agar tidak ada kelompok yang tertinggal atau dikesampingkan dalam bermasyarakat maupun dalam pembangunan di sebuah desa. Misal kelompok lansia, anak muda, masyarakat miskin atau masyarakat minoritas agama.

“Tujuannya perspektif GEDSI ini agar semua orang bisa merasakan seluruh manfaat dari pembangunan dengan lebih adil dan partisipatif. Manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga,” ucap Vallery Kendira atau Vella dari SAPDA Yogyakarta dalam Dialog Jogja Siang Ini Ruang Disabilitas beberapa hari lalu.

Pembangunan dalam sebuah desa pastinya berkembang semakin baik dari waktu ke waktu. Baik dari segi infrastruktur, pelayanan publik yang terus berkembang dan semakin memiliki kewenangan untuk menentukan apa yang dibutuhkan desa tersebut.

“Dibalik kemajuan dan progresivitas dalam desa tersebut ada satu pertanyaan yang perlu direnungkan, apakah semua program sudah melibatkan elemen masyarakat tanpa melihat gender,” ujar Vella dalam dialognya.

Maka dari ini penting diterapkan perspektif GEDSI dalam pembangunan. Semua yang sudah berjalan baik bisa menjadi semakin berkualitas karena mempertimbangkan kebutuhan seluruh warga desanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....