PPK Ormawa UNY Edukasi Pencegahan Stunting di Samigaluh
- 21 Jul 2026 20:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKMF Penelitian REALITY Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Program Sadar Tumbuh di Balai Desa Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Senin 13 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program KSATRIA ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting melalui penguatan kapasitas keluarga.
Program Sadar Tumbuh diselenggarakan sebagai respons terhadap masih tingginya risiko stunting yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi gizi, belum optimalnya pemantauan pertumbuhan anak, serta pentingnya penerapan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Sasaran kegiatan meliputi ibu dari keluarga stunting, keluarga berisiko stunting, serta kakek dan nenek yang turut berperan dalam pengasuhan anak. Melalui pendekatan edukatif, peserta diajak memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini sebagai investasi bagi kualitas generasi mendatang.
Ketua Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY, Ahmad Nazarudin Ari Nuha, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan bersama Pemerintah Kalurahan Kebonharjo dan Puskesmas Samigaluh II. Menurutnya, pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan pemahaman keluarga tentang pola asuh, pemantauan pertumbuhan anak, serta pemanfaatan layanan kesehatan secara berkala. "Pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan keluarga sebagai garda terdepan dalam mendukung tumbuh kembang anak," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tim PPK Ormawa menghadirkan Sri Pujiati dari Puskesmas Samigaluh II sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemantauan berat badan dan tinggi badan sesuai usia, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, pemenuhan gizi seimbang, serta penerapan pola asuh (parenting) yang tepat. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengasuhan anak.
Program Sadar Tumbuh menargetkan partisipasi 50 peserta dengan indikator keberhasilan berupa meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pemantauan tumbuh kembang anak, pencegahan stunting, serta pentingnya perilaku hidup sehat. Sri Pujiati menegaskan bahwa pemantauan rutin melalui Posyandu menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. "Pemantauan tumbuh kembang secara rutin dan penerapan gizi seimbang menjadi langkah efektif dalam mencegah stunting sejak usia dini," ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY akan melaksanakan pendampingan dan monitoring kepada peserta melalui pembagian Lembar Monitoring Pencegahan Stunting serta Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Monitoring Anak. Lembar monitoring tersebut akan dimanfaatkan oleh orang tua dan kader kesehatan untuk mencatat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sedangkan SOP menjadi pedoman dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara terstruktur dan berkelanjutan. Selain itu, peserta juga memperoleh Buku Resep Xanthorrhiza dan Buku Resep SIPERKASA yang memuat berbagai olahan pangan bergizi berbahan baku potensi lokal sebagai panduan penyusunan menu sehat keluarga.
Melalui kolaborasi antara Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY, Pemerintah Kalurahan Kebonharjo, dan Puskesmas Samigaluh II, Program Sadar Tumbuh diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif dalam penanganan stunting di tingkat masyarakat. Program ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan memberdayakan keluarga sebagai ujung tombak dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting melalui edukasi, pendampingan, serta pemantauan yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....