YPMJ Bersiap Regenerasi, Sri Sultan Minta Tetap Adaptif

  • 15 Jul 2026 16:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima audiensi jajaran pengurus Yayasan Persaudaraan Masyarakat Jogja (YPMJ) di Gedhong Wilis, Yogyakarta, Selasa, 14 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas proses regenerasi kepengurusan YPMJ yang akan dilanjutkan oleh generasi muda.

Melalui proses regenerasi tersebut, Sri Sultan berharap semangat pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi landasan utama organisasi. Di sisi lain, YPMJ juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan komitmen terhadap berbagai program sosial yang selama ini dijalankan.

Calon Ketua YPMJ, Subekti Saputra Wijaya, mengatakan Sri Sultan menginginkan YPMJ tetap hadir sebagai penghubung antara masyarakat dan berbagai kegiatan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Sesuai dengan harapan dari Ngarsa Dalem, beliau ingin YPMJ beserta bantuan-bantuan sosial yang dijalankan, tetap menjadi salah satu jembatan komunikasi dengan warga, terutama masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Subekti usai pertemuan.

Menurut Bekti, YPMJ berencana memperluas jangkauan layanan sekaligus mengembangkan berbagai program agar manfaat organisasi semakin dirasakan masyarakat. Dalam proses tersebut, arahan Sri Sultan selaku pendiri sekaligus Dewan Kehormatan YPMJ dinilai penting untuk memastikan pengembangan yayasan tetap berjalan sesuai visi awalnya.

“Jadi bentuk untuk mendapatkan dana-dana sosial ini kan macam-macam. Nanti kita bisa melakukan ekspansi, kemudian peruntukannya kepada siapa saja, itu yang ingin kita kembangkan lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua YPMJ Antonius Simon mengenang besarnya perhatian Sri Sultan terhadap pelajar dan mahasiswa yang terdampak bencana di berbagai daerah. Ia menuturkan, ketika YPMJ menggalang bantuan bagi korban bencana, Sri Sultan mengusulkan agar mahasiswa dan pelajar asal daerah terdampak yang sedang menempuh pendidikan di DIY juga memperoleh pendampingan.

“Akhirnya Ngarsa Dalem mengusulkan, massa pelajar Aceh yang menjadi korban bencana itu juga perlu diopeni. Dari sanalah kita mendirikan yayasan yang berhasil merangkul 68 pengusaha. Ngarsa Dalem menjadi pencetus idenya, dan sampai sekarang yayasan tersebut masih berjalan,” ucap Simon.

Simon menambahkan, setelah memimpin YPMJ selama kurang lebih 22 tahun, regenerasi kepengurusan menjadi langkah penting agar organisasi tetap relevan menghadapi tantangan masa depan. Ia optimistis kepemimpinan generasi muda akan membawa energi baru sekaligus memperkuat tata kelola yayasan.

“Harapan saya kedepannya, regenerasi pengurus kepada generasi muda bisa membuat YPMJ lebih gesit dan mampu mengelolanya dengan lebih baik sesuai tuntutan zaman sekarang,” katanya.

Melalui estafet kepemimpinan ini, YPMJ diharapkan terus memperkuat kiprahnya sebagai organisasi sosial yang adaptif, sekaligus mempertahankan semangat pengabdian kepada masyarakat yang telah menjadi fondasi sejak yayasan tersebut berdiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....