Rumah Studi De Britto Jadi Ruang Refleksi di Era AI

  • 27 Jul 2026 01:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), harus tetap dikendalikan oleh nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, teknologi dapat membantu berbagai aktivitas, tetapi manusia tetap memiliki tanggung jawab menjaga keselarasan antara perkataan, sikap, dan perbuatan.

“Kecerdasan buatan dapat mengolah data, namun manusialah yang harus menjaga satya wacana, kesatuan antara kata, sikap, dan perbuatan. Karena itu, pesan yang ingin saya tinggalkan hari ini sederhana, kemanusiaan harus tetap berada di atas teknologi,” kata Sri Sultan dalam peresmian Rumah Studi di Laboratorium Alam SMA Kolese de Britto, Kalurahan Trimulyo, Kabupaten Sleman, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Sri Sultan mengatakan kemudahan yang dihadirkan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir secara mendalam. Menurutnya, pengalaman menghadapi ketidakpastian, kegagalan, dan kegelisahan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, sehingga seseorang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Rumah Studi di Laboratorium Alam SMA Kolese de Britto, Kalurahan Trimulyo, Kabupaten Sleman. (Foto: Pemda DIY)

“Yang unggul bukan selalu manusia paling cerdas yang dipasangkan dengan mesin paling canggih, keunggulan justru lahir dari manusia yang mampu membangun proses kerja yang baik bersama teknologi. Yang menentukan bukan hanya kecerdasan mesin, yang menentukan adalah kebijaksanaan manusia dalam mengarahkannya,” ucap Sri Sultan.

Ia berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat mengembangkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk kepekaan, karakter, dan nurani. Dengan demikian, para siswa mampu memahami batas penggunaan teknologi, tidak terlena oleh kemudahan yang ditawarkan, serta terhindar dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

“Sebab pinter ora cukup. Selama masih ada ruang seperti ini, dikelilingi sawah, kolam, langit terbuka untuk merenung, akankah kita kehilangan arah? saya kira tidak, sekalipun algoritma berlari secepat apapun,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan juga mengapresiasi keberadaan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto yang dinilainya mampu menghadirkan ruang refleksi bagi peserta didik. Menurutnya, fasilitas tersebut memberi kesempatan bagi siswa untuk sejenak menjauh dari hiruk pikuk kehidupan modern sehingga proses pembentukan karakter dapat berlangsung secara utuh.

“Kepada Yayasan De Britto dan semua pihak yang merancang tempat ini, saya menyampaikan penghargaan. Anda tidak membangun menara gading, anda membangun pondok perenungan,” ujar Sri Sultan.

Peresmian Rumah Studi tersebut turut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, Ketua DPRD Kabupaten Sleman Gustan Ganda, Kepala Bebadan Pangreksa Loka Keraton Yogyakarta RM Gusthilantika Marell Suryokusumo, serta jajaran pengurus Yayasan SMA Kolese de Britto.

Usai peresmian, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Forum Inspiratif bertajuk "Pinter Ora Cukup". Pada malam harinya, peserta juga dijadwalkan mengikuti pagelaran wayang kulit dengan lakon "Kalimasada Sang Pamarta".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....