Job Fair Jogja 2026, Bakal Buka 2.000 Lowongan Kerja Umum dan Disabilitas

  • 14 Jul 2026 06:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta kembali menggelar Job Fair Jogja 2026 pada 15-16 Juli di Auditorium LPP Agro Nusantara, Yogyakarta. Kegiatan yang terbuka untuk umum, tidak terikat domisili, dan gratis ini menyediakan lebih dari 2.000 lowongan kerja bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, S.H., M.Hum., mengatakan Job Fair Jogja 2026 akan menghadirkan puluhan mitra, mulai dari bidang ritel, jasa, manufaktur, teknologi informasi, keuangan, kesehatan, kuliner, serta sektor lainnya.

"Tahun ini ada 29 perusahaan dari berbagai sektor, 4 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang siap memberikan informasi terkait peningkatan kompetensi bagi masyarakat, serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang memberikan informasi atau peluang kerja ke luar negeri secara resmi dan aman," ujar Heny, Senin 13 Juli 2026.

Job Fair Jogja 2026 pada tahun ini memiliki konsep inklusivitas. Sejalan dengan komitmen Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta untuk memberikan kesempatan kerja yang sama bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Sementara itu diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Dra. Erna Nur Setyaningsih, M.M., bahwa nantinya akan ada pendampingan terhadap peserta penyandang disabilitas. Mulai dari membuat Curriculum Vitae (CV) hingga komunikasi dengan perusahaan terkait.

"Tentunya setelah bekerja pun akan kita evaluasi atau kita monitor, jangan sampai kemudian dalam bekerja akan mendapatkan perundungan dan sebagainya," ujar Erna.

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta menargetkan sedikitnya 50 pencari kerja dapat langsung terserap selama penyelenggaraan Job Fair. Namun, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang diterima bekerja tetapi dari proses rekrutmen yang berlanjut hingga peserta memperoleh pekerjaan setelah kegiatan selesai.

Acara dengan tagline “Dari Kaum Rebahan Menjadi Kaum Gajian” tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penempatan tenaga kerja dan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (Fitriana/Hendra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....