DIY Potensial Jadi Sentra Bioetanol Skala Industri
- 14 Sep 2026 20:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pertemuan itu guna membahas potensi penyediaan lahan budidaya singkong skala industri di wilayah Jogja.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung pemenuhan target nasional kebutuhan bahan bakar minyak ramah lingkungan berbasis bioetanol. Ketua Umum DPN MSI, Arifin Lambaga, menilai DIY memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra utama pengembangan singkong.
”Pemerintah pusat saat ini membutuhkan sekitar 3 juta kiloliter bioethanol,” ucapnya, Kamis. 10 September 2026. ”Bioetanol yang bersumber dari olahan tanaman singkong.”
Menurut Arifin, demi mencapai tingkat efisiensi ekonomi pabrik produksi berkapasitas 150.000 liter bioetanol per hari, dibutuhkan hamparan lahan perkebunan singkong seluas kurang lebih 5.000 hektar.
Selain faktor ketersediaan lahan, posisi geografis DIY yang strategis di tengah Pulau Jawa dipandang sangat menguntungkan dari sisi efisiensi rantai distribusi. Apalagi, warga DIY juga dipandang telah memiliki tradisi dan kultur budidaya tanaman singkong yang sudah lama mengakar kuat.
Pemanfaatan singkong untuk industri bioetanol ini juga dinilai bakal memberi nilai tambah ekonomi bagi petani lokal. Pasokan bahan baku pabrik tidak hanya mengandalkan singkong segar, tetapi juga bisa dipasok dalam bentuk gaplek yang diproduksi langsung oleh para petani.
Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik gagasan pengembangan industri berbasis singkong di wilayahnya. Namun, Sultan menegaskan agar MSI turut membantu mentransformasi pola pikir (mindset) petani lokal agar mampu beralih ke orientasi industri skala besar secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....