Masihkah Buku Menjadi Jendela Dunia ?

  • 14 Sep 2026 12:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan pada 14 September 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi kritis masyarakat di tengah era digital.

Kepala Balai Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Martono Heri Prasetyo menjelaskan bahwa Hari Kunjung Perpustakaan bukan sekadar ajakan mendatangi gedung perpustakaan, melainkan kesempatan bagi pustakawan untuk hadir langsung memahami kebutuhan literasi masyarakat.

“Literasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis, mengkritisi, serta mengimplementasikan informasi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya dalam siaran Dialog Jogja Menyapa di RRI Yogyakarta, Senin, 14 September 2026.

Menyemarakkan momentum ini, Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY menggelar Workshop Perbaikan Buku untuk umum di Jogja Litera Space, Grhatama Pustaka.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP Negeri 6 Kota Yogyakarta Dwi Isnawati menegaskan bahwa membaca buku fisik tetap relevan sebagai penyeimbang serta sarana verifikasi informasi di tengah derasnya arus dunia digital.

“Kecepatan yang ditawarkan internet tidak akan mampu mengalahkan keakuratan serta kedalaman informasi yang dimiliki oleh buku, meskipun proses produksinya jauh lebih lambat dari internet,” ujarnya.

Melalui kebiasaan membaca buku, masyarakat diajak untuk memperoleh wawasan yang mendalam serta pengalaman intelektual yang tidak tergantikan oleh artikel singkat di internet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....