Daya Beli Petani DIY Turun

  • 04 Jul 2026 11:12 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Juni 2026, turun 0,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini akibat Indeks Harga yang diterima petani, turun lebih dalam dibandingkan Indeks harga yang harus mereka bayar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Endang Tri Wahyuningsih melihat pelemahan daya tukar produk pertanian, terhadap kebutuhan konsumsi rumah tangga. Serta terhadap biaya produksi pertanian.

”NTP Juni 2026 berada di angka 108,34, turun 0,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya secara tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026. ” Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tercatat sebesar 144,82, turun 0,65 persen dibandingkan Mei 2026.”

Penurunan It dipengaruhi turunnya harga sejumlah komoditas hasil pertanian. Antara lain cabai rawit, kelapa, cabai merah, dan ayam ras pedaging, yang menekan pendapatan petani dari hasil panen dan ternaknya.

Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik tipis 0,10 persen menjadi 133,67. Kondisi ini akibat naiknya harga sejumlah produk seperti BBM, bawang merah, bawang putih, serta oli atau minyak pelumas mesin.

”Kombinasi penurunan It dan kenaikan Ib menyebabkan NTP melemah pada Juni 2026,” ujarnya. ”Pelemahan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), yang mengukur kemampuan tukar hasil produksi pertanian, terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal.”

Pada Juni 2026, NTUP tercatat sebesar 112,25, turun 1,42 persen dibandingkan Mei 2026. Penurunan NTUP ini, akibat naiknya Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,79 persen menjadi 129,02.

”Seiring dengan kenaikan harga bensin, upah pemanenan, bakalan sapi, dan konsentrat pakan ternak,” katanya. ”Kenaikan biaya produksi terjadi bersamaan dengan penurunan It 0,65 persen.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....