Tradisi & Budaya Beriringan Dengan Islam

  • 03 Jul 2026 07:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI. CO.ID, Yogyakarta: Menghadapi era modernisasi yang bergerak begitu cepat, umat Islam dituntut untuk bersikap adaptif tanpa harus kehilangan jati diri dan akar budayanya. Semangat memadukan kemajuan zaman dan kelestarian nilai-nilai luhur menjadi fokus utama dalam siaran interaktif "Mutiara Pagi" yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Yogyakarta 91.1 FM pada Jumat (03/07/2026). Mengangkat tema "Tajdid dan Wasathiyah: Membaharui Tanpa Menghancurkan Tradisi", melalui siaran Mutiara Pagi mengajak masyarakat menilik kembali esensi beragama yang berkemajuan sekaligus damai.

Ustadzah Evi Sofiyah Inayati dari Pimpinan Pusat Aisyiyah. mengatakan, beliau menekankan bahwa konsep tajdid (pembaharuan) dan wasathiyah (moderat) bukanlah dua hal yang saling bertolak belakang dengan tradisi masyarakat. Sebaliknya, keduanya bertindak sebagai filter sekaligus jembatan agar umat tetap relevan dengan zaman dengan cara-cara yang santun dan penuh rahmat.

Ustadzah Evi menjelaskan bahwa melakukan pembaharuan dalam Islam tidak berarti menghancurkan atau menghapus total warisan budaya dan tradisi yang telah mengakar. Pembaharuan di era digital saat ini seyogianya dilakukan dengan menghidupkan kembali substansi nilai-nilai Islam yang murni, sembari merawat tradisi lokal selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat.

Pola pikir yang moderat (wasathiyah) inilah yang memposisikan umat di tengah-tengah: tidak bersikap ekstrem menolak kemajuan, namun juga tidak ekstrem meninggalkan orisinalitas ajaran agama demi modernitas.Dalam perspektif psikologi dan sosial, perpaduan antara tajdid dan wasathiyah dinilai mampu membangun ketahanan mental umat di tengah derasnya arus disrupsi global.

Ustadzah Evi mengajak para pendengar, untuk memilah budaya luar secara bijak serta tidak terburu-buru menghakimi tradisi masa lampau. Pendekatan dakwah yang merangkul dan kontekstual dinilai jauh lebih efektif dalam menyebarkan kedamaian Islam ketimbang dakwah yang konfrontatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....