Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 Jadi Wadah Diskusi Isu Pendidikan
- 02 Jul 2026 08:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) resmi digelar di Auditorium UNY pada 1-2 Juli 2026. Gelaran ini merupakan ruang kolaborasi lintas sektor yang inklusif untuk memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia. Terdapat diskusi terkait dengan tantangan riil di lapangan serta membedah sejumlah isu strategis nasional. Beberapa fokus pembahasan utama meliputi pemerataan akses pendidikan berkualitas, pendidikan dalam menghadapi perubahan iklim, hingga adaptasi terhadap disrupsi teknologi.
Selain aspek teknis, forum ini secara khusus membedah tata kelola dan anggaran pendidikan. Isu mengenai gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) diintegrasikan ke dalam seluruh sesi guna memastikan sistem pendidikan ke depan jauh lebih ramah terhadap kelompok rentan.
Sejumlah pihak turut terlibat termasuk pegiat pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, akademisi, hingga perwakilan dunia usaha dan industri. Kali ini KPI mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada". Tema ini selaras dengan semangat Kabupaten Sleman dalam membuka kesempatan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Selama dua hari peserta KPI 2026 akan terlibat dalam serangkaian kegiatan partisipatif. Mulai dari Dialog Berpihak kepada Anak, Studio Intervensi, Rembug Daerah, hingga menyaksikan Pameran Sleman Sembada yang menampilkan praktik baik dari 17 kapanewon di Sleman.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut keberhasilan pendidikan tidak dapat diraih secara instan maupun sendirian, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Dia menambahkan, nilai sembada turut mencerminkan masyarakat yang berdaya, sejahtera, mandiri, produktif, dan berkarakter serta menjadi fondasi utama pembangunan daerah.
"Pendidikan yang baik terlahir dari masyarakat yang berdaya sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan," kata Harda.
Pada kesempatan ini, Harda memaparkan sejumlah program unggulan Pemkab Sleman di bidang pendidikan. Diantaranya adalah Sekolah Ramah Anak, Program Sleman Pintar, dan visi sosial pendidikan dengan pemberian bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu dengan visi utama "Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana".
Dewan Penasihat Lingkar Daerah Belajar (LDB), Najeela Shihab menyebut kesuksesan pendidikan di Sleman dinilai bukan semata-mata karena anggaran, melainkan karena kedisiplinan dan konsistensi dalam pemanfaatan data oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para insan pendidikan.
"Yang luar biasa konsisten dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sleman ini praktik baik yang sebetulnya bisa menjadi contoh untuk pemerintah daerah manapun terlepas dari anggarannya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....